• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribunnews.com

Excavator Tenggelam Di Sungai, Warga Sangsikan Keseriusan Pemerintah

Selasa, 26 Februari 2013 21:20 WIB
Excavator Tenggelam Di Sungai, Warga Sangsikan Keseriusan Pemerintah
Tribun Kaltim, Doan Pardede
Eskavator amphibi yang sedang di uji coba untuk menyebrangi Daerah Aliran Sungai (DAS) gang Nibung, Sungai Karang Mumus tenggelam

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Doan Pardede

TRIBUNNEWS.COM  SAMARINDA, - Eskavator amphibi yang sedang di uji coba untuk menyebrangi Daerah Aliran Sungai (DAS) gang Nibung, Sungai Karang Mumus tenggelam, Selasa (26/2/2013) pagi.

Kejadian ini menjadi tontonan warga yang melintas di seputaran Jl Pahlawan. Bahkan, badan eskavator terlihat semakin terperosok kedalam sungai dan tertahan di tiang jembatan kayu gang Nibung. Untuk menahan eskavator tidak semakin jauh terperosok dan merobohkan jembatan, sebuah tali diikat sebagai penahan ke badan evkavator dengan tepian sungai. Hingga sore hari, hanya setengah badan eskavator yang terlihat di permukaan air.

Melihat kenyataan ini, Ketua RT 27 Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, Mulyono menyangsikan keseriusan pemerintah dalam hal ini pemprov Kaltim dalam menangani proyek pengerukan Sungai Karang Mumus di seputaran gang Nibung.  Pemerintah dianggap tidak punya perencanaan yang baik dengan tidak menguasai kondisi lapangan proyek yang akan dikerjakan.

"Yang punya proyek sudah pernah bicara langsung dengan saya. Tadi katanya mau uji coba dulu menyebrang saja dan menunggu desain dari pemkot," katanya.

Hingga saat ini, belum ada sedikitpun pemberitahuan dari pemerintah terkait pengerjaan proyek ini. Padahal, warga membutuhkan kepastian hitam diatas putih terkait  dampak ketika dan setelah pengerukan dilaksanakan. Apalagi melihat peristiwa ini, warga malah semakin khawatir apakah proyek ini bisa selesai sesuai yang direncanakan.

"Kita minta pemerintah yang serius, kerja jangan tanggung. Ada proyek hanya main - main, belum selesai sudah ditinggal pergi. Pada prinsipnya kita tidak mau menghalangi pekerjaan, tapi sesudah selesai semua dikembalikan seperti semula," katanya.

Begitu juga dengan tiang jembatan yang bergeser karena terbebani badan eskavator, warga meminta agar ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Jembatan kayu ini merupakan akses penting transportasi warga.

"Pemerintah jangan main tinggal saja nanti. Jembatan harus diperbaiki," katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Konsultan Manajemen Sumber Daya Air, Dinas PU Kaltim, Eko Wahyudi mengatakan bahwa yang terjadi adalah kesalahan tekhnis biasa dan tidak akan mengganggu pekerjaan proyek. Pihaknya menurutnya tidak menduga bahwa di dasar sungai ada kayu yang terkena roda eskavator.

"Ternyata ada kayu dibawah jembatan dalam posisi miring. Kita baru turun itu, letak roda kena kayu itu. Otomatis seperti slek gitu. Namanya kita belum tahu dibawah itu seperti apa. Apakah itu kayu atau tanah kan kita tidak tahu," kata Eko.

Untuk eskavator menurutnya tidak ada masalah karena memang diperuntukkan untuk kondisi air dan daratan. Diakuinya, keberadaan jembatan dan kaki rumah memang menjadi salah satu kendala dalam proses pengerukan sungai Karang Mumus ini.

"Mesinnya kan mati, jadi untuk mengangkat itu maka perlu ditarik," katanya.

Baca   Juga  :

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Kaltim
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas