• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 30 Agustus 2014
Tribunnews.com

Ada Sawit Dan Lubang Tambang Di Proyek Free Way

Rabu, 27 Februari 2013 19:48 WIB
Ada Sawit Dan Lubang Tambang Di Proyek Free Way
(Tribunnews/Hendra Gunawan)
Pohon sawit yang di tanam di Jakarta sebagai hiasan taman

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Doan Pardede

TRIBUNNEWS.COM SAMARINDA, - Berdasarkan tinjauan Gubernur Kaltim, Awang Faroukh Ishak beberapa saat lalu masih ada ditemukan kendala pembangunan jalan bebas hambatan (free way) yakni adanya tambang dan kebun sawit. Bahkan, ada lubang tambang yang berada pada jalur free way. Untuk pengalihan menghindari lubang tidak memungkinkan karena dikelilingi rawa. Maka alternatifnya, di atas lubang tambang tadi akan dibangun jembatan sepanjang 200 meter.

"Kalau kalau direklamasi, konsilidasi lahannya 30 tahun, itu bergerak terus. Sehingga tidak mungkin menjadi pondasi jalan tol. Untuk yang berlubang, tidak ada cara selain jembatan. Pasti cost-nya naik," katan Wakil Walikota Samarinda, Nusyirwan Ismail, Rabu (27/2/2013).

Sesuai keinginan Gubernur, agar dana Jaminan Reklamasi (Jamrek) yang ada tidak digunakan untuk menutup lubang, tetapi sebagai dana pembantu pembangunan jembatam, menurut Wawali hal ini masih dikaji dan memerlukan proses penelitian apakah dana jamrek bisa dikompensasikan untuk kepentingan tersebut.

"Tapi ini kan jalan publik, kami kira untuk ke arah itu bisa," kata Wawali.

Dipaparkan Wawali, untuk segmen IV di jalur Palaran Samarinda ada 8 pihak yang berkaitan dengan pembebasan lahan. Diantaranya 6 tambang batu bara dan 2 tambang sudah mendukung. Selai itu, ada jalur free way akan crossing dengan 1 jalan tambang yang menurut Gubernur itu menjadi tanggungjawab perusahaan yang bersangkutan.

"Walaupun provinsi sedang mencoba mengkolektifkan semua crossing pada satu titik yang bisa difasilitasi. Sehingga nanti sharing dari semua perusahaan untuk menggunakan satu crossing itu. Ini masih dikaji secara tekhnis oleh PU Provinsi," jelas Wawali

Dan ada 3 tambang kecil yang terkena dampak free way tepat dijantung potensinya batu bara. Untuk 3 tambang ini, Walikota Samarinda sudah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) untuk dilakukan penciutan.

"Ini akan ada bahasan secara tekhnis. Prinsipnya di batu bara hanya itu. Ada 6 perusahan, 2 sudah oke, satu hanya crossing dan 3 tambang kecil. Yang 2 bisa dicutkan dan 1 dengan jembatan," kata Wawali

Selain tambang, masih ada permasalahan kebun sawit milik Wakil Ketua DPRD Samarinda Jafar Abdul Gaffar. Pada prinsipnya menurut Wawali, sudah ada persetujuan dan akan diakukan pertemuan pada Senin depan. Dan lagi lanjut Wawali, selain menugaskan pemkot Samarinda untuk berkomunikasi, sudah ada kesediaan dari Gubernur bila nantinya hal itu dikomunikasikan ke tingkat provinsi.

"Beliau prinsipnya setuju, hanya beliau punya ada tanaman sawit. Untuk Pak Gaffar, mungkin tinggal perlu komunikasi. Pak Gubernur menugaskan Pemkot mengkomunikasikan dengan Pak Gaffar dan Gubernur juga siap bila itu dikomunikasikan ke tingkat beliau," kata Wawali.

Idealnya, untuk free way dibutuhkan lebar jalan 160 meter dengan lebar jalan 60 meter masing - masing 50 meter di sisi jalan untuk buffer zone (daerah penyangga).

"Mungkin kita perlu bebaskan hanya 60 meter, sisanya untuk buffer zone ya sawit itu. Masyarakat sudah 77,7 persen sudah setuju dan berproses. Sisanya menunggu bukti apakah memang dibayar. Masih menunggu di PU provinsi terkait dengan KPA dan dokumen keuangan untuk tahun 2013. Kalau itu tersedia dan dibayarkan, yang 23 persen akan menyusul untuk setuju," pungkas Wawali.

Baca  Juga  :

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Kaltim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1493111 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas