• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 17 April 2014
Tribunnews.com

Bus Maut di Simalungun Ternyata Tidak Layak Jalan

Sabtu, 2 Maret 2013 05:50 WIB
Bus Maut di Simalungun Ternyata Tidak Layak Jalan
(Sriwijaya Post/Wawan Seftiawan)
ilustrasi bus masuk jurang

TRIBUNNEWS.COM, SIMALUNGUN - Kepolisian Resor Simalungun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di jatuhnya bus Koperasi Diori ke dasar jurang kawasan Pondok Buluh, Kecamatan Dolok Panribuan, Simalungun, Jumat (1/3/2013).

Bus bernomor polisi BB 7663 EA ini membawa 32 pelajar SMU se-Pematang Siantar untuk kemping di kawasan hutan konservasi milik Kementerian Kehutanan. Akibat kecelakan itu, enam pelajar dan satu awak bus tewas.

Dari hasil olah TKP, polisi menyimpulkan penyebab kecelakaan itu adalah rem bus blong yang mengakibatkan sopir Humisar Marpaung kehilangan kendali. Sebelum jatuh ke dasar jurang dengan kedalaman 10 meter, bus menabrak pembatas jalan.

Kapolres Simalungun, AKBP Andi Syahriful Taufik kepada wartawan di lokasi mengatakan, selain faktor rem blong, pihaknya menyimpulkan bus tidak layak jalan karena sudah berumur tua.

"Kita juga sudah memutuskan tersangka dalam kasus ini, yakni sopir 'batangan' bus yang diduga sudah kabur. Humisar Marpaung merupakan sopir tembak. Kita sedang memburon sopir 'batangannya'," jelasnya.

Seusai melakukan olah TKP, petugas kemudian melakukan evakuasi bus dari dalam jurang dengan menggunakan mobil derek. Tampak hampir seluruh bagian bus ringsek.

Sementara, sejumlah korban tewas sudah dibawa keluarga dari instalasi kamar mayat RSUD dr Djasamen Saragih, Pematang Siantar dan beberapa rumah sakit lain. Para korban tewas sudah dimakamkan. Sedangkan korban luka parah berjumlah tiga orang, dan 15 korban luka ringan masih dirawat di Rumah Sakit Vita Insani, Pematang Siantar.

Sebelumnya, satu bus berpenumpang 32 orang pelajar SMU di Pematang Siantar jatuh ke jurang di Pondok Buluh, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (28/2/2013) sekitar pukul 17.30 WIB. Akibatnya, tujuh orang tewas dan belasan penumpang lainnya menderita luka parah.

"Diduga bus mengalami rem blong, apalagi jalan di lokasi kejadian menurun," kata Kepala Pos Polisi Dolok Panribuan, Aipda S Oppusunggu, di RSUD dr Djasamen Saragih Pematang Siantar. Bus nahas ini mengangkut pasukan pengibar bendera (paskibra) yang berasal dari beragam sekolah di Pematang Siantar.

Editor: Willy Widianto
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1501781 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas