Senin, 26 Januari 2015
Tribunnews.com

Masalah Seks Bebas di Aceh Makin Serius

Senin, 4 Maret 2013 16:09 WIB

Masalah Seks Bebas di Aceh Makin Serius
google
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Aceh, Tgk Anwar Yusuf Ajad menyatakan, saat ini generasi muda Aceh banyak yang terlibat seks bebas (free sex) dan fenomena ini sudah sangat serius, sehingga perlu segera ditangani.

“Sebenarnya masalah ini sudah ada sejak tahun 2009. Namun, saat ini anak-anak Aceh semakin kehilangan jati dirinya. Jika hal ini terus dibiarkan tanpa ada tindakan nyata yang serius, maka dalam dua tahun mendatang anak-anak Aceh akan benar-benar hilang dalam kesesatan,” ujar Anwar dalam Diskusi Publik tentang Pergaulan Bebas dan Narkoba Mengguncang Negeri Syariat, Minggu (3/3/2013).

Diskusi tersebut diselenggerakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Aceh di Aula Gedung Kantor Mahkamah Syar’iyah Aceh. HTI rutin melaksanakannya setiap bulan, fokus membahas persoalan-persoalan aktual yang terjadi di Aceh.

Kali ini, persoalan pergaulan bebas dan narkoba di kalangan generasi muda Aceh yang diangkat sebagai tema diskusi. Terutama karena gencarnya pemberitaan media yang menginformasikan tingginya tingkat pergaulan bebas di Aceh.

Salah satu sampel yang dibahas adalah praktik seks bebas yang diduga dilakoni 70 persen remaja Kota Lhokseumawe, sebagaimana hasil riset Dinas Kesehatan Aceh tahun lalu. Selain itu, Aceh Utara menempati ranking tertinggi jumlah kasus HIV/AIDS yang penderitanya terbanyak karena melakoni seks bebas, di samping penggunaan jarum suntik di kalangan penikmat narkoba.

Selain Anwar Yusuf Ajad, diskusi itu menghadirkan Ketua Badan Narkotika Provinsi (BNP) Aceh, Drs Saidan Nafi SH MHum dan Ketua Hizbut Tahrir DPD I Aceh, Ferdiansyah Sofyan. Sebanyak 300 peserta meramaikan diskusi itu. Di antaranya para ulama, organisasi masyarakat (ormas) Islam, dosen, mahasiswa, serta pengurus dan remaja masjid yang menaruh kepedulian terhadap masalah ini.

Menurut Anwar Yusuf Ajad, masalah narkoba dan pergaulan bebas itu tidak akan bisa teratasi di Aceh jika tak ada kerja sama dari semua pihak terkait. “Masalah ini tidak bisa diselesaikan oleh satu atau dua instansi saja. Oleh karena itu, semua instansi terkait perlu turut aktif menjalankan misi mengembalikan anak-anak Aceh ke jalan yang benar sesuai dengan ajaran Islam agar masalah ini bisa terselesaikan secara menyeluruh,” ujarnya.

Halaman123
Editor: Hendra Gunawan
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas