• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 April 2014
Tribunnews.com

Adi Perkosa Putri Kandungnya Minimal Dua Kali Sebulan

Sabtu, 9 Maret 2013 18:32 WIB
Adi Perkosa Putri Kandungnya Minimal Dua Kali Sebulan
SURYA / Sudarmawan
Tersangka kasus perkosaan terhadap anak kandungnya sendiri, Adi Pranoto Diasih (38) warga Desa Tulakan, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi digelandang petugas dengan menutup wajahnya menuju ke ruang pemeriksaan unit PPA Polres Ngawi, Sabtu (9/3/2013)

Laporan Wartawan Surya, Sudarmawan

TRIBUNNEWS.COM – Korban perkosaan bapak kandungnya, IW (16), warga Kecamatan Sine Kabupaten Ngawi, mengaku selalu dipaksa bapak kandungnya sejak awal melayani nafsu bejat ayah kandungnya selama 5 tahun terakhir.

Setiap menolak dan melawan tidak mau melayani nafsu bejatnya itu, tersangka selalu mengancam tidak akan menyekolahkan korban. Selain itu, tersangka mengancam tidak akan membiayai hidup korban.

"Sejak awal saya menolak, tetapi selalu diancam tak disekolahkan dan saya tak diberi biaya hidup. Terpaksa saya melayani ayah hingga hamil 6 bulan ini. Termasuk tidak boleh bercerita ke siapa pun," terang IW kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Sabtu (9/3/2013).

Selain itu IW mengaku jika bapak kandungnya itu selalu meminta jatah kepadanya minimal sebulan 2 kali. Saat meminta jatah itu, ibu kandungnya tidak berada di rumah karena sibuk bekerja di Surabaya. Sedangkan selama ini yang ada di rumah itu hanya dirinya dan bapak kandungnya itu. "Mintanya bisa sebulan 2 kali. Saya rela dia (bapak) dihukum sekarang," tegasnya.

Disamping itu, IW menceritakan jika kasus perkosaan ini terkuak saat para tetangga dan kerabat korban yang hidup di lereng Gunung Lawu bagian Utara itu mengetahui tiba-tiba korban hamil 6 bulan dan perutnya semakin membesar.

"Karena didesak tetangga itulah, kemarin sore hingga malam saya mengaku disetubuhi ayah saya sendiri," ucapnya.

Sementara, tersangka Adi Pranoto mengaku terpaksa menyetubuhi anaknya sejak tidur bersama saat anaknya masih duduk dibangku kelas 5 SD. Tersangka mengaku tak kuat menahan nafsu bejatnya.

Selain itu, tersangka berdalih jika istrinya yang bekerja di Surabaya jarang pulang. Oleh karenanya, tersangka melampiaskan nafsu bejatnya ke anak semata wayangnya itu.

"Persetubuhan selalu saya lakukan di dalam kamar rumah saat kondisi rumah sepi karena yang tinggal di rumah hanya saya dan anak saya itu," tandasnya.

Editor: Dodi Esvandi
Sumber: Surya
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1533461 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas