• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Tribunnews.com

Pembangunan Bandara Melawi Langgar Aturan

Senin, 11 Maret 2013 21:10 WIB
Pembangunan Bandara Melawi Langgar Aturan
Landas Pacu

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ali Anshori

TRIBUNNEWS.COM  MELAWI, -Pembangunan Bandara Nanga Pinoh di Kabupaten Melawi, Provinsi Kalimantan Barat, TA 2012 melalui DIPA APBN senilai Rp 48 miliar, diduga sarat persekongkolan yang melibatkan sejumlah pihak.

Pembangunan bandara tersebut terindikasi telah melanggar Permenhub Nomor KM.31 Tahun 2006, tanggal 03 Juli 2006, tentang Pedoman dan Proses Perencanaan di Lingkungan Departemen Perhubungan.

Kajari Sintang Moch Djumali mengatakan, sesuai dengan laporan LSM Humanika dan masyarakat, dalam audit Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan RI tahun 2012, tentang kinerja pada kantor Bandara Nanga Pinoh, ditemukan bahwa belum terdapat data – data atau dokumen yang menjadi acuan untuk pembangunan Bandara Nanga Pinoh.

“Kekurangan tersebut antara lain berupa studi kelayakan pembangunan bandara (feasibility study), rencana induk bandara (master plan), kawasan keselamatan operasi penerbangan KKOP (obstacle limitation surface).,”katanya kepada Tribun Senin (11/3/2013)

Selain itu, daerah lingkungan kerja bandara DLKr (airport operation zone), rancangan awal fasilitas bandara (basic design), rancangan teknis terinci fasilitas bandara serta analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

“Tidak hanya itu, pembangunan Bandara Nanga Pinoh juga diketahui belum terdapat dokumen hasil survei investigasi dan design (SID) dan rancangan rin ci (detiled design / engineering design),” katanya.

Kajari mengatakan, sesuai Permenhub Nomor KM.31 Tahun 2006, tentang Pedoman dan Proses Perencanaan di lingkungan Departemen Perhubungan pada Bab II, proses perencanaaan huruf D, rencana teknis pengembangan untuk prasarana transportasi terdiri dari dokumen yang terkait dengan: pra studi kelayakan pembangunan bandara (preliminary feasibility study)

“Kemudian studi kelayakan pembangunan bandara (feasibility study), rencana induk bandara (master plan), hingga analisis mengenai dampak lingkungan atau AMDAL (environmental impact assesment) serta sertifikasi operasi bandara. Sementara pada pembangunan Bandara Nanga Pinoh tahun anggaran 2012, hal tersebut diabaikan,” tegasnya.

Kajari mengatakan, saat ini laporan yang disampaikan oleh LSM sudah ditangani oleh intel kejaksaan Melawi dan akan terus dilanjutkan sampai tuntas. “Kita akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu terhadap kasus ini, dan kita tetap komirtmen untuk menyelesaikannya,” katanya.(ali)

Baca  Juga  :

Editor: Budi Prasetyo
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1540852 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas