• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 21 Oktober 2014
Tribunnews.com

2 Jenderal Mabes Polri Dikabarkan ke Polda Sulsel

Kamis, 14 Maret 2013 07:34 WIB
2 Jenderal Mabes Polri  Dikabarkan ke Polda Sulsel
Topi Polisi dengan logo

TRIBUNNEWS.COM MAKASSAR, --  Dua perwira tinggi Mabes Polri, Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Fajar Prihantoro dan Kepala Badan Pembinaan dan Keamanan (Kababinkam) Komjen Pol Iman Haryatna, Kamis (14/3/2013) hari ini, dikabarkan mengunjungi Mapolda Sulsel.

Kunjungan ini bertepatan dengan acara pertemuan dan ekspose sejumlah kasus di lingkup Mabes Polri Aula Paramartha 78, Sekolah Polisi Negara (SPN) Batua, Jl Urip Sumiharjo, Makassar.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes  Pol Endi Sutendi, yang dikonfirmasi tadi malam, membenarkan ada acara di auditorium yang kerap digunakan acara resmi perwira menengah level kapolres, kapolsek, dan perwira di lingkup Mapolda Sulsel ini. "Saya belum tahu kalau ada jenderal dari mabes yang datang, yang besok (hari ini) hanya ekspose kasus," katanya, Rabu (13/3/2013) malam.

Informasi yang dihimpun Tribun, tadi malam, selain dua jenderal bintang tiga yang bertugas sebagai pengawas penegakan hukum dan etika di internal Polri serta bagian ketertiban umum dan intelijen ini, juga bersama perwira tinggi dan empat perwira menengah berpangkat kombes dan AKBP.

Saat berkunjung ke Tribun,  Selasa (13/3/2013)  sore, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Mudji Waluyo, menjelaskan, proses penegakan hukum di Sulsel berjalan sebagai protap.
Secara khusus kapolda mengklarifikasi dugaan kongkalikong dalam penentuan Hasil Kelulusan Tingkat Panda Sulsel Peserta Seleksi Dik Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Dikreg ke-42 TA 2013.

“Saya diminta transparan dan akuntabel. Sekarang saya transparan. Tolong sampaikan ke masyarakat. Ini hasil tesnya,” ujar Mudji seraya memperlihatkan beberapa berkas di map.

Kapolda dua kali menegaskan dan meminta tak ada tanya jawab wartawan soal kasus ini.
Sebelumnya, dalam seleksi ini beredar informasi, sejumlah bintara senior yang bertugas di rumah jabatan kapolda, dan dua bintara dari Polres Bone dan Bulukumba dititip dua anggota DPR RI. Belakangan dua politisi Komisi III DPR RI, Syarfuddin Sudding dan Andi Rio Padjalangi membantah.

Kapolda menjelaskan hasil seleksi dikirim ke Mabes Polri tanggal 21 Februari.
Namun informasi ini kelulusan ini sudah beredar lisan keesokan harinya. Sejumlah yang lulus kemudian gugur juga sudah tahu.

Pengumuman 39 bintara yang lulus baru ditempel resmi di papan pengumuman Mapolda 5 Maret 2013. Informasi adanya kongkalikong ini juga beredar di pernikahan putra Kadiv IT Mebes di TMII, Jumat (8/3/2013) yang dihadiri mantan pejabat, menteri, Kapolri, anggota DPR RI, serta sejumlah kapolda se-Indonesia.

Dugaan kongkalikong Secapa di Polda Sulsel berawal dari beredarnya pesan BlackBarry Message (BBM) salah seorang bintara yang ikut tes dan tak lulus. Calon perwira ini lalu melapor ke Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Sulsel.

Dugaan itu menyeruak karena di antara yang lulus itu terdapat orang-orang dekat petinggi Polda Sulsel. Seperti  Aipda Alimuddin (ajudan kapolda), Aipda Nurdin (Pengawal Bermotor Ditlantas Polda Sulselbar), dan Aipda Ahmad Marzuki (Staf Rumah Tangga Kediaman Dinas Kapolda).

Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) kota Makassar, Zulkifli Hasanuddin, meminta Polda transparan dalam tahapan seleksi ini. Dia juga mengapresiasi sikap terbuka kapolda ke wartawan untuk menjelaskan masalah ini.

Secara terpisah, Ketua Informasi Provinsi Sulsel, Aswar Hasan, mengatakan Polda Sulsel harus transparan dalam penerimaan Secapa ini dan bagi mereka yang tidak puas karena tidak lulus bisa meminta hasil atau nilai yang diperolehnya sehingga mereka tahu apa yang membuat dia tidak lulus. (cr1/cr6)

Baca  Juga  :

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Timur
0 KOMENTAR
1550481 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas