• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribunnews.com

Polisi Hentikan Kasus Penipuan Calon Jamaah Haji Plus

Jumat, 15 Maret 2013 14:32 WIB
Polisi Hentikan Kasus Penipuan Calon Jamaah Haji Plus
TRIBUN SUMSEL/M AWALUDDIN FAJRI
Kedatangan jamaah haji kloter pertama debarkasi Palembang di Asrama Haji Palembang, Kamis (1/11/2012). Sebanyak 358 jamaah haji yang tiba kembali di Palembang berasal dari 3 daerah, yaitu Empat Lawang, Muara Enim, dan Palembang. (TRIBUN SUMSEL/M AWALUDDIN FAJRI)

TRIBUNNEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Penyidik Polres Lhokseumawe menghentikan kasus dugaan penipuan Calon Jamaah Haji (CJH) plus oleh Pengelola PT Iskandaria Tour dan Travel Lhokseumawe, karena tak cukup bukti. Polisi telah mengirim Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3) kasus itu ke Kejari Lhokseumawe, 13 Maret 2013 dan tembusannya turut dikirim ke terlapor dan pelapor.

Dalam kasus itu polisi menetapkan pengelola travel yaitu, H Syarifuddin dan istrinya Hj Yusmanidar sebagai tersangka pada 19 November 2011. Berdasarkan catatan Serambi (Tribunnews.com network), kasus tersebut dilaporkan Muzakir, seorang CJH yang merasa tertipu oleh travel itu ke Polres Lhokseumawe, 19 Oktober 2011.

Polisi melimpahkan berkas kasus itu ke Kejari Lhokseumawe hingga empat kali. Namun jaksa selalu mengembalikan berkas tersebut dengan alasan tak cukup unsur untuk dilanjutkan proses hukumnya.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Kukuh Santoso melalui Kasat Reskrim AKP Supriadi MH, kemarin, mengatakan, pihaknya menghentikan penyidikan kasus itu setelah penyidik menggelar perkara.

"Dalam gelar yang juga dihadiri terlapor bersama kuasa hukumnya, kasus itu tak cukup bukti, sehingga kita hentikan," kata AKP Supriadi.

Sebelumnya penyidik sudah berusaha melangkapi berkas kasus itu sesuai petunjuk jaksa. Namun berkas tersebut selalu dikembalikan jaksa.

"Seingat saya ada empat kali kita limpahkan berkas kasus itu ke jaksa, tapi selalu dikembalikan oleh jaksa," katanya.

Sopian Adami SH, Kuasa Hukum Syarifuddin mengatakan, dirinya kemarin sudah menerima surat SP3 kasus itu dari polisi.

"Menurut saya, polisi telah bekerja profesional. Artinya, ketika kasus tersebut tak cukup bukti, maka harus dihentikan dan itu telah dilakukan polisi," katanya.

Sementara Muzakir, pelapor kasus CJH Plus mengaku kecewa dengan dihentikannya kasus tersebut.

"Saya laporkan kasus itu ke polisi supaya menjadi pelajaran bagi pengelola travel dan kasus tersebut tidak terulangi lagi pada orang lain. Saya kecewa dengan polisi, sebab saya sudah berupaya semaksimal mungkin menghadirkan saksi-saksi sebagaimana diminta polisi, tapi akhirnya kasus itu dihentikan. Padahal, dalam gelar perkara, kami minta polisi melimpahkan kembali kasus tersebut ke jaksa," ujar Muzakir.(c37)

Editor: Dewi Agustina
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1556492 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas