• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribunnews.com

Kejati Sulsel Periksa Bupati Selayar, Wali Kota Palopo Mangkir

Sabtu, 16 Maret 2013 01:23 WIB
Kejati Sulsel Periksa Bupati Selayar, Wali Kota Palopo Mangkir
net

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR -- Bupati Selayar Syahril Wahap menjalani pemeriksaan di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel Jl Urip Sumohardjo, Makassar, Jumat (15/3/2013).

Perkembangan lain, kejati urung melimpahkan berkas dan tersangka Wali Kota Palopo PA Tenriadjeng ke Kejari Palopo untuk didaftarkan ke Pengadilan Tipikor Makassar karena yang bersangkutan mendadak tak bisa hadir dengan alasan sakit.

Syahril memenuhi panggilan jaksa sebagai saksi terkait dugaan penyalahgunaan anggaran proyek jalan lingkar timur yang dikelola pada tahun 2010.

Proyek yang disebut menelan biaya Rp500 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Derah (APBD) Pemkab Selayar tahun 2010 itu sudah diselidiki pihak kejaksaan sejak Agustus 2012 lalu.
Syahril yang pada pemanggilan pertama sempat mangkir kali ini datang dengan menggunakan mobil pribadi jenis Honda CR-V DD 234 HZ. Syahril diperiksa selama 3 jam.

"Saya diperiksa sebagai saksi. Sebagai warga negara yang baik saya taat hukum," ujarnya usai pemeriksaan.

Kepada wartawan, Syahril membantah tudingan yang selama ini kerap dilontarkan kejaksaan terkait proyek jalan lingkar timur Selayar tersebut.

Menurutnya, keterangan jaksa bahwa trase (pradesain) dibuat setelah pengerjaan jalan selesai tidak benar. Menurutnya semua sudah sesuai prosedur. "Proyek ini memang baru diprogramkan," katanya. Ia menambahkan, anggaran proyek sebesar Rp500 juta dari APBD tersebut sudah dicairkan.

Sementara itu Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulsel, Nur Alim Rachim mengatakan, kepada penyidik Syahril mengungkap proses lahirnya proyek ini.

Diterangkan, proyek trase jalan ini memang tak pernah diusulkan tim perencanaan anggaran daerah (TPAD) Kabupaten Selayar. "Proyek trase jalan lingkar ternyata baru dimunculkan pada saat pembahasan di DPRD," kata Nur Alim.

Dikatakan, trase desain jalan tersebut dibuat sebagai syarat cairnya anggaran dari Pemprov.
"Bupati mengaku pelaksana proyek tak pernah melaporkan perkembangan proses proyek ini termasuk tender. Dia juga tak tahu alasan proyek ini dikerjakan Dinas Perhubungan (Dishub) bukan Dinas Pekerjaan Umum (PU)," kata Nur Alim.

Kejaksaan, kata Nur Alim, berencana akan meninjau langsung proyek tersebut dua pekan mendatang. "Kita mau memeriksa langsung di lapangan untuk mendapatkan bukti fisik," ujarnya.

Baca juga:

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Timur
0 KOMENTAR
1558902 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas