• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribunnews.com

Murid Kelas 1-4 SD Mesti Ganti Buku

Minggu, 17 Maret 2013 03:41 WIB
Murid Kelas 1-4 SD Mesti Ganti Buku

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah menetapkan kurikulum baru 2013 mulai diberlakukan pada tahun ajaran baru, 15 Juli 2013. Perubahan yang signifikan adalah pada mata pelajaran kelas 1-4 SD. Semua mata pelajaran dirangkum dalam satu buku mata pelajaran yang disebut tematik atau terpadu sehingga otomatis murid yang lama harus mengganti buku.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh mengakui kesiapan untuk menerapkan kurikulum baru tersebut masih harus dibenahi. Namun dipastikan saat tahun ajaran baru nanti, kata Nuh, semua sudah siap, termasuk buku-buku pelajaran serta guru.

"Semua buku ini gratis, tidak akan dibebankan kepada murid atau siswa," katanya pada acara Sosialisasi Kurikulum 2013 di Gymnasium UPI, Jalan Setiabudhi, Sabtu (16/3/2013).

Menurut Nuh, buku-buku pelajaran sudah disiapkan untuk tingkat dasar hingga menengah. Khusus untuk tingkat SD, buku pelajaran kelas 1-4 bentuknya tematik atau terpadu.

Tidak ada mata pelajaran khusus karena mata pelajaran seperti Agama dan Budi Pekerti, PPKN, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA dan IPS dikelompokan menjadi satu bahasan tematik. Seni Budaya dan Prakarya (termasuk muatan lokal), Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (termasuk muatan lokal) juga akan dikelompokkan.

Selain menyiapkan buku, kata Nuh, pihaknya juga sedang mempersiapkan pelatihan untuk para guru selama 52 jam atau kurang lebih satu minggu. Guru-guru yang akan dilatih dipilih dari sejumlah sekolah yang tersebar di kabupaten/kota di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa bahasa daerah tidak akan dihapus meski diakui tidak semua daerah memiliki bahasa daerah. "Kalau ada daerah yang menghilangkan, kami akan menyelesaikannya," katanya.

Di tempat yang sama, Rektor UPI, Prof Soenaryo Kartadinata, mengatakan, UPI terus melakukan kajian dan pemikiran karena perubahan ini bertujuan untuk membangun siswa yang cerdas. Untuk itu, kata Soenaryo, perlu ada pemahaman dari guru.

"Kurikulum 2013 amat menekankan mutu dan proses pembelajaran untuk dikuasai dan dipahami oleh guru. Karena itu, guru harus inovatif dan kreatif serta menguasai substansi pelajaran," katanya. (Tribun Jabar/tif)

Baca juga:

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
0 KOMENTAR
1562231 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas