• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 20 September 2014
Tribunnews.com

Nurlatif Meringkuk di Atas Lumpur

Minggu, 17 Maret 2013 04:08 WIB
Nurlatif Meringkuk di Atas Lumpur
Net

TRIBUNNEWS.COM, CIMAHI - Pencarian Nurlatif, bocah berusia delapan tahun, berakhir Sabtu (16/3/2013) siang.  Tim gabungan Dinas Pemadam Kebakaran, Tagana, Team Rescue Kota Bandung, TNI Angkatan Laut, dan PMI, menemukan Nurlatif dalam keadaan kaku dan tak bernyawa setelah tenggelam di lokasi penggalian Pusat Niaga Cimahi (PNC).

Sersan Kepala Pangkalan Angkatan Laut Bandung, Anton mengatakan, lokasi korban yang tenggelam di galian berada 1 meter di atas lumpur. Sedangkan kedalaman galian tersebut sekitar 4 meter.
"Di kedalaman 4 meter, posisinya sedang begini (telungkup, Red)," Anton memperagakan di pinggir galian.

Menurutnya, tubuh korban berada di atas lumpur di dalam air. Pencarian sulit dilakukan karena banyak alang-alang berduri. Sambil membuka pakaian selamnya, ia mengatakan tubuh korban belum dalam keadaan kembung. "Belum, hanya kaku dan keras," katanya.

Ditemui di kediamannya, Kartini (30), ibu korban,  mengatakan, Nurlatif atau biasa dipanggil Apip, sedang bermain bersama teman-temannya. Ia ikut memancing ikan di galian proyek PNC. Namun menjelang malam teman-teman korban kembali ke rumahnya masing-masing, sedangkan Apip tidak.
"Di sana hanya menemukan pakaian dan sandal saja, " katanya.

Di keluarganya, siswa kelas dua SD Langensari itu dikenal anak yang banyak mengisi waktunya untuk belajar dan berolahraga. "Sudah bisa membaca dan menulis saja, kalau masuk rangking belum," katanya sambil menahan tangis.

Sementara ayah korban, Sumarna terlihat sangat syok. Ia hanya berbaring tidak jauh dari istrinya sambil ditemani nenek korban. Ia tak mampu memberi keterangan apapun tapi sesekali menyalami para tetangga yang datang untuk berbelasungkawa.

Kartini merasa ikhlas dengan musibah yang menimpanya. Meski ia belum mengetahui apakah akan mengajukan tuntutan atau tidak kepada pemerintah Kota Cimahi sebagai pemilik aset galian PNC tersebut. Ia menginginkan jenazah korban dapat segera dikebumikan di pemakaman Cibaligo tanpa melalui proses autopsi. "Tidak mau diautopsi," katanya.

Ditemui Jumat malam, Kasat Reskrik Polres Cimahi, AKP Sujana SH mengatakan menerima laporan adanya peristiwa seorang anak tenggelam di lokasi penggalian PNC. "Kejadian pukul 16.30 WIB, korban bernama Apip (8), warga Jalan Kebon Kopi, dilaporkan keluarga sekitar pukul 18.00 WIB," katanya.  (ee)

Baca juga:


Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1562281 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas