• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 30 September 2014
Tribunnews.com

Kasus Pembunuhan Karyawan, SP2RL Lapor Komnas HAM dan Kapolri

Senin, 18 Maret 2013 10:10 WIB
Kasus Pembunuhan Karyawan, SP2RL Lapor Komnas HAM dan Kapolri
Ist
Korban Jhon Boyler Sianturi

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Serikat Pekerja Perjuangan Rimba Lestari (SP2RL) yang menaungi karyawan PT Sumatera Riang Lestari, mengutuk keras aksi pengeroyokan dan pembunuhan secara sadis pada tanggal 13 Maret 2013 lalu di lokasi kerja oleh massa KTTJM.

Dalam rilisnya kepada Tribunnews.com, Ketua SP2RL di Pekanbaru, Endry Wahyudi, mengungkapkan korban Jhon Boyler Sianturi merupakan karyawan PT SRL yang merupakan anggota SP2RL yang seharusnya bekerja dengan aman dan dilindungi oleh undang undang, justru menjadi korban pembunuhan secara sadis.

Menurut Endri Wahyudi, tindakan pengeroyokan tersebut sangat tidak manusiawi dan terjadi secara membabi buta di lokasi kerja.

Jhon Boyler Sianturi merupakan karyawan korban pengeroyokan dan pembunuhan sadis oleh massa KTTJM beberapa waktu lalu. Selain itu satu orang lainnya yang merupakan security yang berada di lokasi kejadian bersama korban juga menjadi korban pengeroyokan massa KTTJM, serta 8 orang lainnya berhasil melarikan diri dari amukan massa.

Menurut Endry Wahyudi, saat ini karyawan yang melihat langsung kejadian tersebut sampai saat ini masih shock dan masih ketakutan dengan kejadian tersebut.

"Mana perlindungan bagi kami dari negara sebagai pekerja yang mempunyai hak bekerja dan penghidupan layak sebagaimana masyarakat lainnya," ungkap Yudi, sapaan akrab Wahyudi seperti tertuang dalam rilisnya.

Saat ini Yudi dan beberapa pengurus SP2RL lainnya sudah melayangkan surat kepada KOMNAS HAM untuk melaporkan kejadian tersebut.

"Sebagai karyawan dan masyarakat kita sama-sama berhak mendapatkan perlindungan dan kesamaan kedudukan dalam hukum dan Hak Azazi Manusia," tegas Yudy.

Karena itu pihaknya mengirimkan laporan pengaduan pelanggaran HAM secara resmi kepada KOMNAS HAM dan pihak terkait lainnya.

Dalam suratnya dengan nomor: 35/SP2RL – PT SRL/III/2013, yang ditujukan kepada KAPOLRI dan KOMNAS HAM, SP2RL meminta agar kapolri dan KOMNAS HAM segera menurunkan tim untuk melalukan tindakan tegas dan konkret terhadap pelaku pengeroyokan dan pembunuhan tersebut.

Dalam surat itu, SP2RL melaporkan dengan jelas kronologis kejadian sesuai fakta di lapangan, bahwa pengeroyokan dan pembunuhan keji tersebut sudah terencana dengan matang.

Bukti kuat di lapangan memperlihatkan bahwa masaa Kelompok Tani Torang Jaya Mandiri yang berjumlah sekitar 100 orang sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk penyerangan tersebut.

Saat dilakukan penyerangan terhadap pekerja PT SRL tersebut, massa KTTJM sudah mempersiapkan bom molotov yang akhirnya dilemparkan ke kendaraan yang membawa para pekerja, serta berbagai macam senjata tajam dan benda tumpul lainnya yang digunakan untuk mengeroyok dan menghabisi korban.

Melalui surat tersebut, Yudi sangat berharap agar kasus ini bisa diusut dengan tuntas dan bisa menjadi kejadian terakhir dan tidak akan terulang kembali di masa mendatang.

"Jangan sampai ada lagi kejadian seperti ini terulang di massa mendatang dan kita berharap semua pekerja dapat bekerja dengan tenang ke depannya" harap Yudi.

Penulis: Dewi Agustina
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1566011 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas