Kamis, 27 November 2014
Tribunnews.com

Adegan Porno Koba Membara Bikin Siswi SMP Ini Menangis di Pengadilan

Rabu, 20 Maret 2013 21:36 WIB

Adegan Porno Koba Membara Bikin Siswi SMP Ini Menangis di Pengadilan
Michaeltotten.com
Ilustrasi

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Gadis ini baru saja menginjak usia 15 tahun, sebut saja namanya, Dayang. Masih tergolong belia, untuk hal-hal yang tabu.

Namun siapa sangka, dialah 'aktris cilik film porno 'Koba Membara' yang ramai dipergunjingkan banyak orang. Adegan seksualnya yang direkam sang kekasih, Tri Hidayatullah (20), duda beranak satu itu, beredar luas hingga membuat seantero Kecamatan Koba 'membara'.

Kini sang gadis terpaksa memberi kesaksian di Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Rabu (20/3/2013) siang.

Raut wajah Dayang awalnya tampak sumringah. ABG yang hanya menginjak bangku SMP kelas II itu datang ke PN Sungailiat didampingi kedua orangtuanya, dan seorang paman. Ia masih sempat bersenda gurau dengan sang ibu ketika menjelang sidang. Mengenakan celana jean biru muda, baju corak kembang jaket katun putih kecoklatan, Dayang seolah tak punya masalah.

Kedatangannya ke pengadilan sebagai saksi perkara melibatkan lawan 'main' nya di 'film porno' berdurasi sekitar sembilan menit. Tak lama berselang, aparat kejaksaan terlihat menggelandang seorang pria muda, yang ternyata bernama Tri Hidayatullah. Inilah rupanya kekasih sang Gadis. Dan dari handphone seluler pria ini pula, adegan mesum mereka direkam, hingga akhirnya beredar luas.

Sidang pun dimulai. Terdakwa Tri Hidayatullah mengenakan seragam rompi tahanan berwarna merah digelandang aparat kejaksaan memasuki ruang sidang. Begitu juga dengan Dayang (hanya berstatus saksi karena usianya di bawah umur). Ketua Majelis Hakim, Nelson Angkat mengetuk palu, pertanda sidang dimulai.

Walau semua pintu dan jendela tertutup rapat, namun semua mata dapat melihat proses persidangan yang tembus pandang karena berdinding kaca. Setelah surat dakwaan dibacakan JPU Kejari Koba, Efrida, dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi, yaitu Dayang.

Menangis Ditanya Hakim 

Awalnya, gadis ini masih sempat tersenyum manis di hadapan majelis hakim. Sesekali ia menepis helaian poni yang jatuh di atas pelupuk matanya. Dari gerakan bibirnya yang terlihat 'sensual' gadis ini mencoba menjawab pertanyaan hakim dan jaksa, satu persatu.

Namun entah tanya jawab seperti apa yang mereka lakukan, tiba-tiba wajah Dayang berubah total. Wajah gadis belia mulai tegang. Mulutnya tertutup rapat dan sesekali menundukkan kepala. Saat itulah, air matanya tiba-tiba mengucur deras. Dayang terlihat sesegukan menahan tangis pada kesaksian di ruang sidang itu.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Koba Bangka Tengah, Tatang AV melalui Pejabat Pemberi Informasi dan Data (PPID) Syahrul Arumi didampingi JPU Efrida dikonfirmasi usai sidang, Rabu (20/3/2013) petang memastikan agenda sidang tak hanya dakwaan, tapi langsung pada pemeriksaan saksi.

"Selain dakwaan, sidang tadi kita lanjutkan dengan pemeriksaan saksi dan pemeriksaan terdakwa. Terdakwanya hanya satu, yaitu Tri Hidayatullah. Sedangkan gadis itu (Dayang), hanya saksi karena usianya di bawah umur. Saksi lainnya, kedua orangtua gadis itu dan juga pamannya. Jumlah saksi ada empat orang (termasuk Dayang). Pada sidang tertutup tadi juga langsung memasuki agenda pemeriksaan terdakwa," papar Syahrul saat memberikan keterangan didampingi JPU Efrida.

Pada surat dakwaan lanjut Syahrul, JPU menyatakan Terdakwa Tri Hidayatullah melangar Undang-Undang-Undang (UU) Perlindungan. "Kita jerat dengan dakwaan tunggal, yaitu UU Nomor 22 Tahun 2003 tentang perlindungan anak," kata Syahrul memastikan pekan depan perkara itu langsung masuk pada agenda tuntutan.

Seperti dilansir pekan lalu disebutkan, adegan mesum seorang siswi SMP di Kecamatan Koba dengan seorang pria setempat beredar luas. Adegan hot itu menyebar cepat di dunia maya, berpindah dari satu handphone ke handphone lainnya. Polisi berhasil mengungkap para aktor/aktris di film itu. Kasus ini kemudian masuk ke jaksa, dan jaksa pun melimpahkan perkaranya ke PN Sungailiat guna proses hukum lebih lanjut

Editor: Agung Budi Santoso
Sumber: Bangka Pos

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas