Senin, 22 Desember 2014
Tribunnews.com

Mantan Polisi Perkosa Teman Istri Divonis 6 Tahun

Jumat, 22 Maret 2013 17:23 WIB

Mantan Polisi Perkosa Teman Istri Divonis 6 Tahun
Net
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - Mantan polisi berinisial Fir dihukum enam tahun penjara. Ia terbukti memperkosa wanita berinisial Feb (28) yang dibantu oleh istrinya berinisial YA (34). Kasus ini terjadi pada akhir 2011 lalu. Sementara YA yang merupakan seorang dokter di Banda Aceh, kini masih menjalani hukuman empat tahun penjara atas perbuatannya tersebut.

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh memvonis YA dengan hukuman 3,5 tahun penjara. YA mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh, namun PT menolak banding tersebut dan menjatuhkan hukuman empat tahun penjara.

Meski vonis majelis hakim PN terhadap YA 3,5 tahun penjara sudah sejak, 30 Mei 2012, putusan terhadap suaminya baru dibacakan, Kamis (21/3/2013) kemarin, oleh majelis hakim PN Banda Aceh. Pasalnya, sejak kasus ini ditangani polisi, Fir menghilang sampai akhirnya ditangkap.

Putusan terhadap Fir lebih rendah dua tahun dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh pada sidang sebelumnya, yaitu delapan tahun penjara.

Namun majelis hakim sependapat dengan JPU, Mukhzan SH, bahwa perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 285 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pemerkosaan.

"Menghukum terdakwa enam tahun penjara dipotong masa tahanan yang telah dijalani," kata hakim Ainal Mardhiah membacakan vonisnya.

Sementara itu, terdakwa Fir dan pengacaranya menyatakan banding ke PT Banda Aceh atas putusan ini. Sedangkan JPU Mukhzan SH menyatakan pikir-pikir selama tujuh hari, sebelum memutuskan menerima atau menolak putusan ini dengan mengajukan banding ke PT Banda Aceh.

Kemarin, majelis hakim PN Banda Aceh diketuai Ainal Mardhiah SH dalam amar putusan membacakan fakta hukum yang terungkap. Intinya tak berbeda dengan fakta hukum dalam amar putusan terhadap YA hampir setahun lalu. Bahwa pada 22 Oktober 2011 sekira pukul 10.00 WIB, YA menghubungi rekannya bernama Feb (korban pemerkosaan) untuk datang ke rumah dengan alasan suami Feb sedang sakit.

Ketika di rumah itu, suami Feb juga datang ke rumah tersebut namun terdakwa tak mengizinkan lelaki tersebut masuk ke rumahnya. Begitu juga ia tak mengizinkan Feb untuk menemui suaminya.

Terdakwa justru menceritakan bahwa suami Feb juga sering membawa perempuan lain ke rumah tersebut (rumah Fir dan YA). Hingga malam hari, Feb masih berada di rumah tersebut sampai terjadi pemerkosaan oleh Fir. Istri Fir menyaksikan, bahkan ikut membantu pemerkosaan tersebut.(sal)

Editor: Dewi Agustina

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas