• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 22 Juli 2014
Tribunnews.com

Berbuat Kasar terhadap Bupati, Aba Hitam Ditahan Polisi

Sabtu, 23 Maret 2013 13:31 WIB
Berbuat Kasar terhadap Bupati, Aba Hitam Ditahan Polisi
net
ilustrasi

Laporan Wartawan Pos Kupang, Felix Janggu

TRIBUNNEWS.COM, LEWOLEBA - Aba Hitam alias Muhamad Haba, warga Kota Lewoleba akhirnya ditahan kepolisian di Polres Lembata, Kamis (21/3/2013) petang.

Aba Hitam ditahan karena tidak memenuhi panggilan kepolisian untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan perbuatan kasar terhadap Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur dan anggota Pol PP pekan lalu di rumah jabatan bupati, Selasa (12/3/2013) malam.

Kapolres Lembata, AKBP Marthen Johannis dan Kasat Serse, Iptu Jefri S. Puling, S.H ditemui terpisah di Polres Lembata, Jumat (21/3/2013) membenarkan penahanan terhadap Aba Hitam.

Johannis mengatakan, penahanan dilakukan karena menurut penyidik sikap menolak memenuhi panggilan mempersulit pemeriksaan terhadapnya.

Kapolres mengatakan, betapa pun Aba Hitam membela diri tidak bersalah, tapi yang diperhitungkan dalam menentukan perbuatan itu bersalah atau tidak adalah keterangan para saksi.

"Dengan pertimbangan bahwa yang bersangkutan akan mempersulit proses pemeriksaan, maka kita perintahkan untuk ditahan," kata Kapolres.

Kapolres melalui Kasat Serse, Iptu Jefri S. Puling menambahkan, yang bersangkutan dikenakan pasal 355 yakni perbuatan tidak menyenangkan atau pengancaman dan pasal 211 adalah perbuatan melawan petugas.

"Pol PP itu kan petugas. Mereka merasa tidak nyaman kala itu, apalagi yang bersangkutan kan badan besar," tutur Iptu Jefri.

Jefri mengatakan pemeriksann pertama tidak bisa berjalan dengan baik karena yang bersangkutan kala itu sedang mabuk.

"Kita biarkan dia pulang malam itu. Karena dia sedang mabuk. Tetapi kita beritahu bahkan dengan kawan-kawannya untuk datang beri keterangan saja baik-baik, " tutur Puling.

Tetapi pada pemanggilan berikutnya, Aba Hitam tidak memenuhi panggilan. "Yang kedua ini kita panggil dan langsung perintah membawa," kata Puling.

Sebelumnya diberitakan, Pol PP Lembata melaporkan Aba Hitam dengan tuduhan telah melakukan perbuatan kasar baik terhadap bupati maupun kepada Pol PP. Aba Hitam diduga menunjuk-nunjuk bupati dan Pol PP.

Sedangkan Aba Hitam sendiri membantah perbuatan itu. Menurutnya, saat itu dia hanya ingin bertemu bupati untuk bertanya sesuatu yakni tentang kontraktor yang mengerjakan proyek di Lembata.

"Saya hanya mau bertemu dengan bupati. Saya mau tanya bupati, apa hanya ada satu kontraktor di Lembata. Kontraktor lain tidak bisa kerja proyek," kata Aba kepada Wartawan di kediamannya, Rabu (13/3/2013).

Aba menuturkan dirinya waktu itu merasa ditipu petugas yang mengatakan bupati sedang istirahat. Padahal kenyataannya bupati sedang ada tamu.

"Saya diminta tunggu dan saya tunggu. Tetapi mereka tidak berikan saya buku tamu, mereka bilang bupati sedang istirahat dan saya menunggu. Tetapi saya dibiarkan menunggu tanpa kepastian, jadi saya masuk saja dan beritahu Pol PP, saya mau ketemu bupati," kata Aba.

"Pol PP bertanya kepada saya, ada keperluan apa. Saya jawab, saya mau ketemu bupati, " kata Aba.

Setelah dipersilahkan oleh Pol PP, Aba menemukan bahwa bupati sedang ada tamu.

"Saya bilang Pol PP, itu bupati sedang ada tamu. Saya tidak bisa masuk. Tetapi Pol PP bilang, masuk saja. Dalam hati saya bertanya, tadi mereka bilang bupati sedang istirahat. Berarti Pol PP menipu saya. Apa karena saya masyarakat, maka saya ditipu. Saya kan mau bertemu dengan bupati, saya ini masyarakat lo," tutur Aba.

Tetapi sayangnya kesaksian Aba Hitam tidak didukung oleh saksi-saksi. Sebab kala itu dia tidak ditemani oleh orang lain. Yang ada hanya petugas yang berjaga di rumah jabatan bupati malam itu.

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas