• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribunnews.com

Boy Hermansyah Segera ke Persidangan Tipikor

Sabtu, 23 Maret 2013 13:54 WIB

Laporan Wartawan Tribun Medan, Irfan Azmi Silalahi

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Boy Hermansyah, satu dari lima orang tersangka perkara pembobolan dana Bank BNI 46 cabang Jalan Pemuda Medan--saat ini buronan dan ditetapkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejati Sumut--dikabarkan akan menyusul empat tersangka lagi maju ke persidangan Tipikor.

"Surat (berkas-berkasnya) sudah lama kita limpahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Kami tinggal menunggu saja. Kalau memang sudah turun, kami akan langsung limpahkan ke Pengadilan Tipikor, untuk disidangkan dengan sistem In Absentia. Mekanismenya memang seperti itu," ujar Kajati Sumut Noor Rachmad dikonfirmasi Tribun Medan (Tribunnews.com Medan), Sabtu (23/3/2013).

Noor menjelaskan tetap optimis dalam penganganan perkara tersebut. "Kami yang menyidik makanya kami tahu proses hukumnya. Sepanjang hakim belum memutuskan dan belum berkekuatan hukum tetap," ujarnya.

Sebelumnya, wacana menyidangkan Boy Hermansyah dengan cara in absentia juga sudah menyeruak. Hal itu dikarenakan Kejati Sumut beberapa waktu lalu mengaku telah menyelesaikan berkas Boy Hermansyah dari jaksa penyidik, dan maju ke jaksa peneliti, untuk dilihat kekurangan apa saja yang terdapat dalam berkas tersebut untuk dipersidangkan dengan sistem in absentia (persidangan tanpa adanya kehadiran terdakwa).

"Berkas sudah diselesaikan oleh jaksa penyidik. Sekarang sedang diteliti oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dari sana akan dilihat apakah ada kekurangan atau tidak. Niat kita untuk menyidangkan (in absentia) itu sudah kuat," ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut ketika itu, Marcos Simaremare, Senin (4/1/2013) lalu.

Seperti diketahui, penyidik Kejati Sumut menetapkan lima orang tersangka dalam perkara ini. Tiga orang diantaranya adalah pegawai BNI yang kini sudah menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Medan, Radiyasto selaku Pimpinan Sentra Kredit Menengah BNI Pemuda Medan, Darul Azli selaku pimpinan Kelompok Pemasaran Bisnis BNI Pemuda Medan, Titin Indriani selaku Relationship BNI SKM Medan, beberapa waktu lalu didakwa menyetujui usulan kredit Rp 129 miliar menggunakan agunan yang telah diagunkan di bank ini sebelumnya.

Dalam dakwaan JPU sebelumnya diketahui sesuai laporan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara yang dilakukan oleh BPKP perwakilan Sumut No:R-4009/PWM02/5/2012, 1 Agustus 2012, akibat perbuatan terdakwa, bank pelat merah PT BNI Tbk dirugikan Rp 117,5 miliar atau setidak-tidaknya sekitar jumlah itu.

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Medan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1586161 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas