Kamis, 18 Desember 2014
Tribunnews.com

Kelangkaan Solar Bersubsidi Terjadi di Kota Semarang

Minggu, 24 Maret 2013 16:39 WIB

Kelangkaan Solar Bersubsidi Terjadi di Kota Semarang
Ilustrasi BM Solar

TRIBUNNEWS.COM SEMARANG ,  Kelangkaan solar bersubsidi masih terjadi di kota Semarang. Seorang sopir bus Putra Mandiri jurusan Banyumanik- Terminal Terboyo Heri Prayitno merasakan kelangkaan sejak Jumat (22/3/2013) malam. Setelah berkeliling Semarang, ia tidak menemukan pom bensin persediaannya masih ada.

"Saya cari sampai Demak juga habis, akhirnya saya naik mobil dan cari di Kabupaten Kudus. Itupun antre," kata Heri di terminal Banyumanik, Minggu (24/3/2013).

Ia bercerita, sepanjang perjalanannya mencari solar, banyak bus maupun truk yang berhenti di pinggir jalan. Semuanya mogok karena kehabisan solar. Sejak Jumat itulah ia kesulitan mendapat solar.

Dampak kesulitan itu membuat beberapa sopir bus memilih pulang lebih awal. Biasanya ada yang 'narik' sampai petang. Namun, beberapa hari ini para sopir tidak berani karena takut kehabisan solar.

Hal yang sama juga dikemukakan Sardi. Kemarin, ia terpaksa berangkat pagi untuk mencari pom bensin yang punya persediaan solar. Ia menemukan satu pom bensin tapi antreannya panjang.

"Ada juga di sukun tapi dibatasi Rp 150 ribu, beda-beda tiap pom bensin," katanya.

Petugas SPBU di daerah Srondol yang enggan disebut namanya mengatakan, pihaknya tidak mendapat kiriman solar sejak Jumat (22/3). Biasanya perhari pihaknya mendapat kiriman 8.000 liter.

"Belum tahu kapan dikirimnya," ucapnya

Pantauan warta di lapangan, beberapa SPBU di kota Semarang tidak menyediakan solar. Plang-plang bertuliskan solar habis terpasang. Beberapa mobil berbahan bakar solar pun terpaksa berputar balik karena tidak mendapat solar. (bbb)

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Jateng

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas