• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Tribunnews.com

Anak VS Ibu Kandung, Hakim Sarankan Saling Maafkan

Kamis, 28 Maret 2013 16:33 WIB
Anak VS Ibu Kandung, Hakim Sarankan Saling Maafkan
Surya/Sri Wahyunik
Sidang melibatkan satu keluarga

Laporan Wartawan Surya, Sri Wahyunik

TRIBUNNEWS.COM, JEMBER - Ny Artija (70) warga Lingkungan Gempal Kelurahan Wirolegi Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jember, Kamis (28/3/2013).

Perempuan tua itu harus mengikuti persidangan setelah terseret kasus yang melibatkan anak dan cucunya, Ismail (50) dan M Syafi'i (25).

Ismail dan Syafi'i dituduh menebang kayu tanpa izin hingga dilaporkan ke Mapolsek Sumbersari pada Agustus 2012.

Yang melaporkan kasus penebangan kayu itu tidak lain adik Ismail sendiri yakni Ny Manisa (47) yang juga anak kandung Artija.

Majelis hakim yang menyidangkan kasus anak kandung melawan ibunya menyarankan kedua belah pihak saling berdamai.

Ketua majelis hakim, Arie S Rantjoko mengatakan, persoalan itu sebenarnya persoalan dalam keluarga.

"Jadi saya saranakan, sampeyan bertiga berdamai dengan pelapor. Persoalan sebaiknya diselesaikan secara musyawarah karena itu lebih baik untuk menjaga tali silaturarahmi," ujar Arie.

Saran itu disampaikan Arie saat memimpin persidangan kasus pencurian kayu di Pengadilan Negeri (PN) Jember, Kamis (28/3/2013).

Terdakwa di kasus itu adalah Ny Artija (70), Ismail (50) dan M Syafi'i (25) warga Lingkungan Gempal Kelurahan Wirolegi Kecamatan Sumbersari.

Kasus itu dilaporkan oleh Manisa, yang tidak lain anak kandung Artija yang juga adik Ismail.

Manisa melaporkan kakak dan keponakannya dengan tuduhan menebang kayu di pekarangannya tanpa izin.

Pelaporan itu akhirnya menyeret sang ibu Artija karena penebangan itu atas suruhan Artija.

Kayu itu digunakan untuk memperbaiki rumah Ismail dan dapur Artija.

Arie menegaskan perselesaian secara musyawarah itu bisa dilakukan sendiri atau nanti dilakukan di dalam persidangan ketika kedua belah pihak bertemu.

Meski nanti ada sikap saling memaafkan, persoalan pidana itu tetap jalan terus karena sudah masuk ke persidangan.

"Karena sudah masuk persidangan jadi, kami majelis hakim tidak bisa menolak atau menghentikan kasus karena ini kasus pidana. Hanya lebih baik memang ada perdamaian antara kedua belah pihak," tambah anggota majelis hakim Nur kholis.

Karenanya, sidang itu akan diteruskan hingga selesai. Persidangan pertama hari ini merupakan pembacaan dakwaan.

Sidang akan dilanjutkan lagi pekan depan dengan agenda pembacaan eksepsi.

Pengacara ketiga terdakwa, Abdul Haris Afianto keberatan atas dakaan jaksa penuntut umum.

'Kami keberatan dan akan mengajukan eksepsi atau nota eksepsi. Keberatan kami antara lain tentang kerugian dalam kasus itu yang disebut mencapai Rp 3 juta, padahal paling banter hanya Rp 400 ribu," ujar Afianto.

Apalagi, imbuhnya, terdakwa juga mempunyai bukti kalau
pohon yang ditebang itu berada di atas tanah Artija.

"Karenanya, kami minta kepada majelis hakim untuk melakukan pengecekan di lokasi," tegas Afianto.

Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Surya
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1606191 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas