• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 30 Juli 2014
Tribunnews.com

Dilarang Membawa Pensil ke Dukun

Jumat, 29 Maret 2013 14:08 WIB
Dilarang Membawa Pensil ke Dukun
SERAMBI Banda Aceh/BUDI FATRIA
Murid MTsN 1 Model Banda Aceh membaca yasin bersama saat menunggu pengumuman Ujian Nasional (UN) di sekolah mereka, Sabtu (2/6). Sebanyak 82.106 siswa atau sekitar 99,39 persen dinyatakan lulus UN tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Aceh sisanya, 509 siswa lagi atau 0,61 persen tidak lulus dari jumlah total peserta 82.615 orang. (SERAMBI/BUDI FATRIA)

TRIBUNJATIM.COM,SURABAYA - Banyaknya ritual-ritual aneh menjelang ujian nasional (unas) seperti membawa pensil ke dukun atau orang pintar untuk didoakan mendapat perhatian serius kanwil kementerian agama Jatim.

Kepala Kanwil Kemenag Jatim Sudjak mengimbau siswa atau wali murid tidak berlebihan menyikapi unas.

"Jangan terlalu seperti itu (membawa pensil ke orang pintar), berlebihan itu namanya,"kata Sudjak saat dikonfirmasi, Jumat (29/3/2013).

Diakuinya, menjelang unas memang dibutuhkan persiapan lahir batin.

Lahir artinya, persiapan pemahaman pelajaran yang akan diunaskan. Itu bisa dilakukan dengan menggelar try out-try out soal.

Sementara persiapan batin artinya menyiapkan mental siswa agar percaya diri saat mengerjakan soal. Dan cara yang ampuh adalah dengan istigotsah.

"Kita harus percaya bahwa semua yang menentukan maha kuasa. Tuhan tidak bisa mengubah suatu kaum kalau kaum tidak mengubah. Dan itu dilakukan dengan usaha dan doa seperti istigotsah, tidak perlu membawa ke pensil ke mana-mana,"katanya.

Sementara untuk ritual membasuh kaki orangtua atau guru diikuti sungkem yang juga marak dilakukan menjelang unas, menurut Sudjak ritual itu sah-sah saja.

Bahkan dia mendukung bahkan mengimbau hal itu dilakukan siswa menjelang unas.

Menurutnya, membasuh kaki orangtua terutama ibu itu adalah sebagai bentuk bakti anak terhadap orangtua.

Dari ritual membasuk kaki atau sungkem diharapkan ada kerelaan yang tulus dari  orangtua terutama ibu untuk mendoakan anaknya agar berhasil.

Sungkem tidak berarti menyembah tetapi  ikhlas dan mencari ridho.

"Ini malah saya anjurkan karena doa orangtua itu mujabah. Kerelaan Allah berada di kedua orangtua,"katanya.

Sudjak memastikan seluruh lembaga madrasah di lingkungannya siap menyelenggarakan unas.

Terkait jumlah paket soal yang tahun ini mencapai 20 paket soal berbeda, dia meminta agar hal itu tidak menjadi momok, tapi malah memotivasi siswa untuk berbuat jujur, percaya diri dan mandiri.

Dia optimis meski ada 20 paket soal, hasil unas tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun 2012 lalu.

Tahun lalu, tingkat kelulusan di MI sempurna alias 100 persen. Kemudian MTs 99,88 persen dan MA 99,76 persen.

Tahun ini Unas di tingkat MI akan diikuti 130.622 siswa, MTs ada 158.677 siswa dan MA 76.958 siswa.

Sudjak memastikan di unas tahun ini tidak ada lembaga madrasah yang menggabung ke sekolah lain baik negeri maupun swasta.

"Ada 10.739 lembaga madrasah formal yang siap menyelenggarakan unas. Ini belum termasuk non formal seperti kejar paket A,B, C, ULA dan Wusto," tukasnya.

Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Surya
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1608541 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas