Minggu, 24 Mei 2015
Tribunnews.com

Polisi Lepaskan Pemukul Petinggi Partai Aceh

Selasa, 2 April 2013 14:06 WIB

Polisi Lepaskan Pemukul Petinggi Partai Aceh
net
ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - Setelah sempat ditahan pascapenangkapan di halaman Gedung DPRA, Jumat (22/3/2013) siang, ternyata Personel Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh sudah melepas Bustamam, anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Aceh Rayeuk (Aceh Besar) yang diduga memukul petinggi Partai Aceh, Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak dan merusak mobilnya, pada medio Februari lalu.

Informasi ini awalnya diperoleh dari sumber-sumber Serambi (Tribunnews.com Network) di Banda Aceh, kemarin.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Moffan melalui Kasat Reskrim, Kompol Erlin Tangjaya ketika dikonfirmasi membenarkan informasi itu.

"Ya, Bustamam sudah dilepas Senin, 25 Maret 2013. Soalnya setelah kita tahan, Mualem (Panggilan Wagub Aceh-red) kembali mendamaikan Abu Razak dan Bustamam," kata Kasat Reskrim menjawab Serambi kemarin.

Erlin menambahkan, pascaperdamaian itu, Abu Razak juga mencabut laporannya sehingga Bustamam bisa dilepas.

Seperti diberitakan, personel Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh menangkap Bustamam di halaman Gedung DPRA bertepatan saat demo mahasiswa yang menamakan diri Gayo Merdeka, yang menolak pengesahan Qanun Bendera dan Lambang Aceh, Jumat (22/3/2013) siang.

Bustamam yang ketika itu melawan saat ditangkap Kasat Reskrim, Erlin Tangjaya, diringkus sebagai respons polisi atas pengaduan Abu Razak bahwa Bustamam memukulnya saat terjadi kericuhan di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Jumat (15/2/2013) sekira pukul 22.55 WIB.

Halaman12
Editor: Dewi Agustina
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas