• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Tribunnews.com

Perampok Pegadaian Syariah Yogya Ditangkap di Pelabuhan Merak

Rabu, 3 April 2013 18:59 WIB
Perampok Pegadaian Syariah Yogya Ditangkap di Pelabuhan Merak
Tribunnews
ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM YOGYA,- Enam pelaku perampokan kantor unit Pegadaian Syariah di Jl Letjen Soeprapto No 43 Yogyakarta ditangkap di pelabuhan Merak Banten, Selasa (2/4/2013) malam. Penangkapan terhadap para pelaku dikabarkan dilakukan oleh tim Polda Metro.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Mustaqim dikonfirmasi, Rabu (3/4), membenarkan mengenai penangkapan tersebut. Namun, Mustaqim masih enggan menjelaskan secara detail, baik kronologi penangkapan maupun identitas para perampok bersenjata laras pendek tersebut.

"(Baru) mau dicek kepastiannya, tim mau berangkat ke Jakarta. infonya iyaa (ditangkap)," kata Mustaqim, melalui pesan singkat, Rabu (3/4/2013) sore.

Para perampok bersenjata laras pendek itu menyatroni kantor unit Pegadaian Syariah di Jl Letjen Soeprapto No 43 Yogyakarta pada Selasa (2/4/2013) sekitar pukul 10.00. Setidaknya uang Rp 30,9 juta dan perhiasan emas senilai kira-kira Rp 6 miliar, dibawa kabur perampok setelah melumpuhkan satpam dan dua karyawan pegadaian itu.

Selain mengancam satpam dan karyawan, pelaku dikabarkan saat beraksi juga melepaskan tembakan ke arah meja berlapis kaca hingga kaca itu pun pecah. Informasi dihimpun dari Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Mustaqiem dan karyawan pegadaian, perampokan berlangsung saat terjadi pemadaman listrik di wilayah Ngampilan tersebut. Semua perangkat pengamanan termasuk CCTV (Closed Circuit Television) tidak berfungsi.

Mereka datang dan memarkir sepeda motor mereka di sisi selatan, beberapa meter dari lokasi pegadaian. Para perampok itu masuk pegadaian mengenakan helm dan langsung mendorong satpam, Sugeng, dan menodongnya dengan senjata laras pendek.

Pengelola cabang pegadaian, Slamet Riyadi (47), yang berada di balik meja bersekat kaca dalam kantor itu juga ditodong dan dipaksa menunjukkan brankas uang serta perhiasan jaminan milik nasabah. Demikian juga kasirnya, Wiwit Ratnasari diikat oleh perampok saat hendak mengevakuasi diri dengan berlari keluar.

Perampok yang jumlahnya belum dipastikan itu lalu kabur mengendarai sepeda motor ke arah utara. Mereka membawa hasil rampokan di dalam tiga tas ransel. Pihak kepolisian sempat kehilangan jejak karena CCTV pada pegadaian tidak berfungsi. Namun, sejak awal Mustaqim meyakini dapat mengungkap kasus itu secepatnya. Mustaqim bahkan mengaku telah mendapatkan petunjuk dan ciri pelaku.

Rabu pagi, Kapolresta Kombes Pol Mustaqim pun terlihat sibuk di Mapolda. Demikian juga Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Dodo Hendro Kusumo. Dikabarkan, jajaran Polda DIY dan Polresta Yogyakarta menggelar rapat. Di sela-sela kesibukannya itu, Mustaqim ketika ditemui wartawan mengungkapkan adanya kabar gembira.

Dia kembali mengulang pernyataan optimismenya, bahwa menargetkan pengungkapan kasus itu dapat tuntas dalam sehari. Namun Mustaqim tidak menjelaskan detail perihal penangkapan perampok tersebut.

"Sudah, yakin saja lah. Kalau iya, iya. Saya  omong dengan hati dan pikiran yang bersih. Saya kabari nanti. Ada berita gembira. Insya Allah. Insya Allah kan lebih baik daripada iya iya tapi tidak berbuat," katanya, di Mapolda DIY.

Informasi dari beberapa anggota Polresta Yogyakarta pun demikian. Enam pelaku perampokan pegadaian Syariah Ngampilan telah ditangkap. Mereka adalah warga Lampung Sumatera. Identitas diperoleh yaitu Candra (29) sebagai penunggu pegawai Pegadaian yang diikat, Ali Sanjaya (32) yang mengawasi kondisi luar pegadaian, dan Rian Kurniawan (23) yang mengikat pegawai saat aksi perampokan itu.

Pelaku lainnya adalah Hata (26). Dia diduga sebagai sopir mobil saat perjalanan menuju pelabuhan Merak. Tersangka lainnya, Jamudin (40) juga sebagai sopir, dan Darmawan (28) yang mengawasi pintu depan kantor pegadaian saat beraksi. Para pelaku ditangkap di Pelabuhan Merak, diduga hendak kabur ke kampung halaman di Lampung.(ose)

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Jogja
0 KOMENTAR
1626961 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas