Kamis, 27 November 2014
Tribunnews.com

Ratusan Baliho Eddy Santana Putra di OKU Timur Hilang

Rabu, 3 April 2013 08:29 WIB

Ratusan Baliho Eddy Santana Putra di OKU Timur Hilang
TRIBUN SUMSEL /ABRIANSYAH LIBERTO
Walikota Palembang saat menyambangi kantor tribun Sumsel, Eddy Santana Putra menjadi pembicara pada Diskusi Terbatas yang digelar Tribun Sumsel di Hotel Bumi Asih, Jalan Kapten A Rivai, Palembang, Senin (28/5/2012),Eddy Santana menjelaskan tentang kebersiha kota Palembang dan perkembangan Palembang. (TRIBUN SUMSEL/Abriansyah Liberto).

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Ratusan baliho dan spanduk sosialisasi calon Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Eddy Santana Putra, yang terpasang di empat kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, hilang dalam dua pekan terakhir.

Hilangnya baliho yang dipasang keluarga Eddy Santana Putra telah dilaporkan ke Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) OKU-Timur. Keluarga juga meminta agar pengurus partai memberikan perhatian atas kecurangan yang dilakukan oleh pasangan calon gubernur lain.

"Bukan hanya pencopotan baliho dan alat sosialisasi saja yang dilakukan oleh pihak calon lain. Mereka juga melakukan black campaign, menyebar rekaman gambar dan foto-foto dalam CD di berbagai daerah yang dikirimkan melalui masjid menggunakan jasa kantor pos," kata Eddy Santana Putra, Selasa (2/4/2013) malam di kediaman pribadi wali kota Palembang.

Menurut Ketua PDI-P Sumsel ini, calon lain juga menyebarkan fitnah dan gambar yang menghasut, dan menimbulkan persepsi merendahkan perempuan. Selebaran ini ditemukan ke berbagai halaman rumah warga yang disebarkan langsung pada malam hari.

Dilaporkan, tim keluarga Eddy Santana harus memasang kembali ratusan baliho berbagai ukuran di empat kecamatan di OKU Timur yakni Kecamatan Martapura, Buay-pemaca Peliung, Jayapura dan Kecamatan Bungamayang.

Pemasangan ulang untuk ketiga kalinya itu, sebelumnya ratusan baliho tersebut hilang dan dirusak orang-orang tak bertanggungjawab.

Eddy Santana mengimbau kepada calon gubernur lain dan pendukungnya agar mengedepankan cara-cara yang beradab.

"Mereka takut tidak mampu bersaing secara sehat. Sehingga melakukan perusakan," ujar Eddy Santana Putra.

"Kita sudah tahu siapa yang merusak dan menyebarkan black campaign itu. Tetapi kita instruksikan kepada kader di daerah untuk tidak main hakim sendiri," kata Sekretaris PDI-P Sumsel yang juga mantan Ketua BMI Sumsel, MA Gantada.

Namun demikian, Gantada mengingatkan agar semua calon berani bertarung secara beradab dan mengedepankan berpolitik secara beradab.

"Kita tidak bisa menjamin apabila kejadian serupa berlangsung terus-menerus. Kader kita tersebar merata, dan mereka bisa marah," kata Gantada.

Empat pasang calon gubernur telah mendaftar di KPU Sumsel. Selain pasangan Eddy Santana Putra dan Anisja Djuita Supriyanto (pengusaha), terdapat tiga pasangan calon. Yakni Alex Noerdin (incumbent) dan Ishak Mekki (Bupati OKI), dari Partai Demokrat.

Kemudian Iskandar Hasan (mantan Kapolda Sumsel) dan Hafisz Tohir (pengusaha), serta

pasangan Herman Deru (bupati OKU-Timur) dan Ny Maphilinda Syahrial Oesman (isteri mantan

gubernur Sumsel.

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Sriwijaya Post

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas