• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Tribunnews.com

Seminggu Ditangkap Densus 88, Ibu FS Yakin Anaknya Bisa Pulang

Rabu, 3 April 2013 02:20 WIB
Seminggu Ditangkap Densus 88, Ibu FS Yakin Anaknya Bisa Pulang
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Anggota Densus 88 mengangkut barang bukti dari sebuah rumah di kawasan Kemanggisan RT 03 RW 09, Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu (27/10/2012). Dari rumah tersebut Polisi menangkap tiga orang terduga teroris, yaitu Herman Setiono (20), David Ashari (18), dan Yanto.

TRIBUNNEWS.COM, TASIKMALAYA - Detasemen Khusus (Densus) 88 menangkap seorang terduga teroris berinisial FS (25) di Kota Tasikmalaya, Rabu (27/3/2013). Terduga disergap di depan perusahaan jasa penitipan barang, Jalan M Hatta, Kecamatan Cipedes, setelah menanyakan ongkos pengiriman paket.

Pihak keluarga baru mengetahui FS ditangkap setelah menerima surat pemberitahuan dari Mabes Polri yang diterima Senin (1/4). Dalam surat itu disebutkan, FS ditangkap karena diduga terkait jaringan terorisme, dan pihak keluarga yang ingin mengetahui lebih jauh, disarankan datang langsung ke Mabes Polri di Jakarta.

"Kami sempat melakukan pencarian selama tiga hari. Tidak hanya di Tasikmalaya, tapi juga di Ciamis dan Banjar. Sebelumnya ia disuruh menanyakan ongkos pengiriman paket, tapi kemudian tidak pulang lagi. Tahu-tahu ada surat pemberitahuan ini," tutur Khoerudin, ayah kandung FS, saat ditemui sejumlah wartawan, di rumahnya di Kampung Leuwianyar, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Selasa (2/4/2013).

Khoerudin, yang didampingi Euis Salimah, istrinya, mengaku kaget dengan ditangkapnya FS. Menurut mereka, FS adalah anak yang baik dan sudah berumah tangga serta memiliki dua anak. "Ia tidak pernah memperlihatkan perilaku yang aneh-aneh. Di mata kami ia anak baik," ujarnya, seraya menyebutkan, masih berembuk dengan keluarga kapan akan berangkat ke Jakarta.

Euis, ibu kandung FS, merasa yakin anaknya akan segera dipulangkan. "Saya yakin anak saya tidak bersalah. Dia anak yang baik dan pasti akan segera pulang," ujar Euis.

Euis menyebutkan, FS merupakan anak pertama dari tujuh bersaudara, dan merupakan tulang punggung keluarga. FS pun di mata Euis adalah anak yang saleh karena taat beribadah. Ia menjadi guru mengaji di masjid kampung. Sehari-hari ia juga membantu usaha konfeksi kecil- kecilan milik orang tuanya.

"Saya tidak mengira kalau anak saya ditangkap polisi. Bahkan saya sempat berpikir ia mungkin diculik. Pasalnya, ia hanya pengusaha kecil-kecilan membuat kerudung dan baju muslim, dan tidak pernah ke mana-mana," kata Euis.

Euis berharap anaknya bisa segera dikembalikan ke rumah karena ia punya tanggungan istri dan dua anak yang masih kecil-kecil. "Saya yakin ia tidak terlibat kejahatan, apalagi terorisme. Saya berharap polisi melepaskannya. Kasihan anak-anaknya yang masih kecil," ujarnya.

Di tempat berbeda, Mumuh, salah seorang saksi mata di lokasi, menuturkan, aksi penyergapan FS pekan lalu berlangsung dramatis dan menegangkan. Secara tiba-tiba ada dua sepeda motor mendekati FS dan langsung menyergap hingga FS sempat terjatuh. Salah seorang dari penyergap sempat mengacungkan senjata api ke atas.

Tak lama sebuah mobil Avanza hitam datang mendekat dan pengendara sepeda motor memasukkan FS ke mobil tersebut, termasuk sepeda motor milik FS. Setelah itu dua sepeda motor serta mobil Avanza tersebut melesat menuju arah barat. Warga sempat mengira kejadian itu sebagai penangkapan polisi terhadap tersangka kasus kejahatan biasa.

"Kejadiannya berlangsung cukup cepat. Yang ditangkap tampak pasrah, tidak berupaya melakukan perlawanan. Ia langsung dimasukkan ke dalam mobil oleh pengendara sepeda motor," tutur Mumuh.
Di Bandung, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polisi Daerah Jawa Barat, Komisaris Besar Martinus Sitompul, membenarkan kabar bahwa ada seorang terduga teroris warga Kota Tasikmalaya, yang ditangkap Densus 88. "Benar, Densus 88 telah melakukan penangkapan beberapa hari lalu di Kota Tasikmalaya," kata Martinus saat dihubungi Kompas.com, kemarin pagi.

Martinus menambahkan, informasi berawal dari keluarga FS, yang bertanya kepada kepolisian setempat, tentang kebenaran penangkapan FS oleh Densus 88. Informasi itu dilanjutkan ke Polda Jabar, kemudian ditembuskan ke Densus 88.

Ternyata Densus 88 membenarkan salah seorang warga Kota Tasikmalaya bernama FS telah ditangkap karena diduga terkait dengan jaringan teroris. FS masih diperiksa guna penyelidikan oleh Densus 88.

"Keluarganya kan bagus, telah melaporkan kejadian ini ke kepolisian. Pas saya tanyakan ke Densus, ternyata benar telah ada penangkapan. Lalu, dilayangkan surat pemberitahuan penangkapan dari Densus 88 langsung ke keluarganya kemarin (Senin, 1/4/2013)," ujar Martinus. (stf)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1623351 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas