Rabu, 29 Juli 2015
Tribunnews.com

Seminggu Ditangkap Densus 88, Ibu FS Yakin Anaknya Bisa Pulang

Rabu, 3 April 2013 02:20 WIB

Seminggu Ditangkap Densus 88, Ibu FS Yakin Anaknya Bisa Pulang
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Anggota Densus 88 mengangkut barang bukti dari sebuah rumah di kawasan Kemanggisan RT 03 RW 09, Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu (27/10/2012). Dari rumah tersebut Polisi menangkap tiga orang terduga teroris, yaitu Herman Setiono (20), David Ashari (18), dan Yanto.

TRIBUNNEWS.COM, TASIKMALAYA - Detasemen Khusus (Densus) 88 menangkap seorang terduga teroris berinisial FS (25) di Kota Tasikmalaya, Rabu (27/3/2013). Terduga disergap di depan perusahaan jasa penitipan barang, Jalan M Hatta, Kecamatan Cipedes, setelah menanyakan ongkos pengiriman paket.

Pihak keluarga baru mengetahui FS ditangkap setelah menerima surat pemberitahuan dari Mabes Polri yang diterima Senin (1/4). Dalam surat itu disebutkan, FS ditangkap karena diduga terkait jaringan terorisme, dan pihak keluarga yang ingin mengetahui lebih jauh, disarankan datang langsung ke Mabes Polri di Jakarta.

"Kami sempat melakukan pencarian selama tiga hari. Tidak hanya di Tasikmalaya, tapi juga di Ciamis dan Banjar. Sebelumnya ia disuruh menanyakan ongkos pengiriman paket, tapi kemudian tidak pulang lagi. Tahu-tahu ada surat pemberitahuan ini," tutur Khoerudin, ayah kandung FS, saat ditemui sejumlah wartawan, di rumahnya di Kampung Leuwianyar, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Selasa (2/4/2013).

Khoerudin, yang didampingi Euis Salimah, istrinya, mengaku kaget dengan ditangkapnya FS. Menurut mereka, FS adalah anak yang baik dan sudah berumah tangga serta memiliki dua anak. "Ia tidak pernah memperlihatkan perilaku yang aneh-aneh. Di mata kami ia anak baik," ujarnya, seraya menyebutkan, masih berembuk dengan keluarga kapan akan berangkat ke Jakarta.

Euis, ibu kandung FS, merasa yakin anaknya akan segera dipulangkan. "Saya yakin anak saya tidak bersalah. Dia anak yang baik dan pasti akan segera pulang," ujar Euis.

Euis menyebutkan, FS merupakan anak pertama dari tujuh bersaudara, dan merupakan tulang punggung keluarga. FS pun di mata Euis adalah anak yang saleh karena taat beribadah. Ia menjadi guru mengaji di masjid kampung. Sehari-hari ia juga membantu usaha konfeksi kecil- kecilan milik orang tuanya.

"Saya tidak mengira kalau anak saya ditangkap polisi. Bahkan saya sempat berpikir ia mungkin diculik. Pasalnya, ia hanya pengusaha kecil-kecilan membuat kerudung dan baju muslim, dan tidak pernah ke mana-mana," kata Euis.

Halaman12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas