Selasa, 4 Agustus 2015
Tribunnews.com

Jalan USAID Tertimbun Longsor

Minggu, 7 April 2013 08:44 WIB

Jalan USAID Tertimbun Longsor
Serambi Indonesia/Budi Fatria
Alat berat membersihkan bongkahan longsor yang menutupi badan jalan di lintasan Banda Aceh-Calang di Km 97 Gampong Ceunamprong, Aceh Jaya, Sabtu (6/4/2013). Hujan deras dan angin kencang menerjang sebagian besar wilayah Aceh, sehingga sebagian jalan menuju wilayah pantai barat longsor dan menghambat para pengendara yang melintas kawasan itu.

TRIBUNNEWS.COM, CALANG – Hujan deras yang mengguyur kawasan pantai barat Aceh sejak Jumat (5/4/2013) sore, telah menyebabkan longsor hingga menutupi sebagian badan Jalan Nasional Banda Aceh-Meulaboh yang dibangun USAID, tepatnya di Km 97, Desa Ceunamprong dan Babah Awe, Kecamatan Indra Jaya, Aceh Jaya.

Bongkahan tanah bercampur lumpur turun dari lereng bukit, bersama sejumlah pepohonan yang tumbang hingga menutupi badan jalan yang dibangun beberapa tahun lalu itu. Akibatnya arus kendaraan bermotor roda empat dan dua dari kedua arah dilaporkan terjebak macet selama 11 jam di kawasan tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBA) Aceh Jaya, Amren Sayuna, mengatakan longsor yang menutupi badan jalan di Desa Ceunamprong, membuat arus lalu lintas di kawasan itu lumpuh total.

"Kendaraan yang melintasi kawasan Pantai Barat-Aceh dari dua arah terpaksa harus antre panjang di jalan hingga 11 jam," kata Amren Sayuna kepada Serambi (Tribunnews.com Network), Sabtu (6/4/2013).

Menurut Amren, mereka terpaksa menghentikan perjalanan pada titik longsor lintas Banda Aceh-Calang Km 97 di Desa Ceunamprong, karena tumpukan tanah yang hampir satu meter di atas badan jalan membuat kendaraan tidak bisa menerobosnya.

"Kemacetan terjadi sejak pukul 02.00 WIB dini hari dan sekitar pukul 13.30 WIB normal kembali setelah Pemkab Aceh Jaya dan BMCK Aceh mengerahkan alat berat ke lokasi longsor tersebut," katanya.

Sementara itu di lokasi longsor, kemacetan panjang yang sebelumnya mencapai 2 hingga 4 Km dari kedua arah tersebut, mampu diminimalisir, berkat keterlibatan warga dan muspika Indra Jaya yang berinisiatif membuka jalan alternatif lainnya, sebagai pengganti jalur utama yang ditutupi longsoran.

Halaman12
Editor: Dewi Agustina
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas