Rabu, 26 November 2014
Tribunnews.com

Jalan USAID Tertimbun Longsor

Minggu, 7 April 2013 08:44 WIB

Jalan USAID Tertimbun Longsor
Serambi Indonesia/Budi Fatria
Alat berat membersihkan bongkahan longsor yang menutupi badan jalan di lintasan Banda Aceh-Calang di Km 97 Gampong Ceunamprong, Aceh Jaya, Sabtu (6/4/2013). Hujan deras dan angin kencang menerjang sebagian besar wilayah Aceh, sehingga sebagian jalan menuju wilayah pantai barat longsor dan menghambat para pengendara yang melintas kawasan itu.

TRIBUNNEWS.COM, CALANG – Hujan deras yang mengguyur kawasan pantai barat Aceh sejak Jumat (5/4/2013) sore, telah menyebabkan longsor hingga menutupi sebagian badan Jalan Nasional Banda Aceh-Meulaboh yang dibangun USAID, tepatnya di Km 97, Desa Ceunamprong dan Babah Awe, Kecamatan Indra Jaya, Aceh Jaya.

Bongkahan tanah bercampur lumpur turun dari lereng bukit, bersama sejumlah pepohonan yang tumbang hingga menutupi badan jalan yang dibangun beberapa tahun lalu itu. Akibatnya arus kendaraan bermotor roda empat dan dua dari kedua arah dilaporkan terjebak macet selama 11 jam di kawasan tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBA) Aceh Jaya, Amren Sayuna, mengatakan longsor yang menutupi badan jalan di Desa Ceunamprong, membuat arus lalu lintas di kawasan itu lumpuh total.

"Kendaraan yang melintasi kawasan Pantai Barat-Aceh dari dua arah terpaksa harus antre panjang di jalan hingga 11 jam," kata Amren Sayuna kepada Serambi (Tribunnews.com Network), Sabtu (6/4/2013).

Menurut Amren, mereka terpaksa menghentikan perjalanan pada titik longsor lintas Banda Aceh-Calang Km 97 di Desa Ceunamprong, karena tumpukan tanah yang hampir satu meter di atas badan jalan membuat kendaraan tidak bisa menerobosnya.

"Kemacetan terjadi sejak pukul 02.00 WIB dini hari dan sekitar pukul 13.30 WIB normal kembali setelah Pemkab Aceh Jaya dan BMCK Aceh mengerahkan alat berat ke lokasi longsor tersebut," katanya.

Sementara itu di lokasi longsor, kemacetan panjang yang sebelumnya mencapai 2 hingga 4 Km dari kedua arah tersebut, mampu diminimalisir, berkat keterlibatan warga dan muspika Indra Jaya yang berinisiatif membuka jalan alternatif lainnya, sebagai pengganti jalur utama yang ditutupi longsoran.

Jalan alternatif yang mengitari gunung dan berjarak sekitar 200 meter itu, dibuka warga beberapa saat setelah longsor dengan menggunakan cangkul dan parang. Ini dimaksudkan agar kendaraan warga bisa lewat sambil menunggu mobil alat berat untuk menyingkirkan longsor.

"Iya, setiap mobil yang lewat jalur ini, kami minta sumbangan seikhlasnya, sebagai ganti jerih dari warga yang bekerja keras," kata Yusmadi (29) warga Ceunamprong.

Ketua DPRK Aceh Jaya Hasan Ahmad dan Kapolres Aceh Jaya AKBP Drs Galih Sayudo bersama sejumlah pejabat setempat lainnya, dilaporkan turut meninjau lokasi longsor tersebut.

Kemacetan juga terjadi di kawasan Gunung Geurutee dan Gunung Kulu, di Kemukiman Cot Jeumpa, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, akibat tumbangnya pepohonan ke badan jalan.

Informasi diperoleh Serambi, longsor yang menutupi badan jalan di kawasan Gunung Kulu itu sudah terjadi sejak Jumat (5/4/2013) malam, sekira pukul 22.00 WIB, saat hujan deras dan angin kencang menerjang kawasan itu.

"Malam itu hanya sepeda motor dan mobil ukuran kecil yang bisa lewat atas bantuan warga dengan menyingkirkan pohon yang merintangi badan jalan dengan chain shaw,” kata Rizal, warga Lhoong, kepada Serambi, kemarin.

Pantauan Serambi, semua material longsor yang sebelumnya sempat menutupi sejumlah titik di ruas Jalan Nasional Banda Aceh-Meulaboh itu sudah berhasil disingkirkan dan arus lalu lintas di kawasan itu sudah normal kembali. Namun para pengendara diingatkan untuk tetap hati-hati dan waspada karena jalanan licin.(c45/mir)

Editor: Dewi Agustina

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas