• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 30 September 2014
Tribunnews.com

Kombes Purwadi Menggigil Terkena 3 Peluru Briptu Ishak

Minggu, 7 April 2013 04:43 WIB
Kombes Purwadi Menggigil Terkena 3 Peluru Briptu Ishak
Ist
Komisaris Besar Polisi dr Purwadi, MS., MARS

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR -- Komisaris Besar (Kombes) dr Purwadi, MS., MARS  (50 tahun), Sabtu (6/4/2013) sore, menggigil setelah terkena tiga peluru oleh penembakan dari pistol Brigadir Polisi Satu (Briptu) Ishak Trianda (35 tahun), di Ruang Komite Medik Rumah Sakit Bhayangkara Polri, Jl Brigjen  Mappaouddang No 68, Makassar.

"Dari UGD Bhayangkara, Kombes Purwadi menggigil saat dibawa ke RS Wahidin (Sudirohusodo), kini masih kritis dan dalam perawatan di sana," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Endi Sutendi, kepada wartawan di pelataran RS Bhayangkara, petang kemarin.

Kombes Purwadi, adalah Kepala Rumah Sakit Tingkat II Ujung Pandang Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid Dokkes) Polda Sulsel.

Sedangkan, Briptu Ishak Tiranda, sehafri-hari bertugas sebagai bintara pengamanan di Satuan Pengamanan (Pam) Operasi Vital (Obvit) Polrestabes Makassar.

Bintara Ishak nekat menembak setelah tersinggung dengan ucapan dokter perwira tinggi tiga bunga itu, sehari sebelumnya. Insiden penembakan terjadi sekitar pukul 15.15 wita.

Hingga pukul 22.30 wita tadi malam, kondisi Kombes Purwadi yang baru meraih gelar magister manajemen administrasi rumah sakit (MA MARS) itu masih dalam perawatan intensif di UGD RS Wahidin.

"Alhamdulillah, semakin membaik. Terakhir saya berkominukasi dengan beliau di ruang ICU," kata Endi.
Daroi pihak rumah sakit mengkonfirmasikan, tiga peluru yang bersarang di dada kiri, selangkangkan kiri dan paha kiri bawah juga dilaporkan sudah dikeluarkan.

Polisi dari Polda Sulsel dan Polrestabes  berjaga di sekitar ruang operasi. Akses informasi tertutup.

Wakapolda Sulsel,Brigjen Syahrul Mamma, mengkonfirmasikan penembakan kerena ada ketersingungan terkait rencana perluasan rumah sakit. "Dalam perluasan ini ada ketidakpuasan atas pelebaran rumah sakit ," jelasnya.

Ia mengatakan, meski ada insiden ini proyek perluasan ini akan tetap dilanjutkan, meskipun ada kasus penembakan dan perselisihan ini.

Sedangkan, sanksi untuk Briptu Ishak, selain disidang di peradilan umum, juga selanjutnya akan menjalani sidang kode etik profesi di Mapolda Sulsel.

Kronologi

Insiden penembakan terjadi diduga akibat Ishak Trianda kecewa terhadap karumkit yang dianggap mengabaikan tata kelola proyek perluasan rumah sakit yang dipimpin Purwadi.
 
Proyek pengembangan ruang perawatan dan layanan medik yang sudah berjalan satu tahun ini, oleh Ishak dianggap tidak memperhatikan keselamatan ratusan penghuni asrama polisi yang hanya dipisahkan oleh tembok dengan rumah sakit Polri kelas B ini.

Pelaku menilai, jika perluasan sekitar 1/2 meter itu, akan membuat akses jalan rumahnya bertambah sempit. Selain kuat dugaan anggota Polrestabes Makassar ini menembak kepala Rumah sakit ini karena lubang galian yang sementara dikerjakan pihak rumah sakit itu, berdampak pada anaknya, karena sering jatuh ke lubang.

Kronologi kejadian, awalnya kepala Rumah sakit Bhayangkara dengan Ishak Trianda bertemu di rumah sakit Bhayangkara membahas ekses perluasan rumah sakit yang membahayakan anaknya dan penghuni.

Namun pada saat itu, pelaku dan kepala rumah sakit tidak mendapat titik temu. Sehingga pada saat perumahan yang berjarak sekitar 500 meter dari ruang TKP, pelaku mengambil pistolnya.

Sekitar beberapa menit, pelaku terssebut datang kembali menemui kepala rumah sakit. Saat itu dr Purwadi sementara rapat bersama 3 anggotanya dan satu pegawai sipil.

Saat itu juga, pelaku langsung menembahkan pistolnya kearah pintu kaca ruang Komite medik tempat rapat Karumkit. Setelah menembak pintu kaca ini sampai pecah.

Pelaku menembak korban dengan pistol /Revolver seri SnW. Anggotan lai dan pegawai sipil yang berada di ruang medik saat itu bersembunyi. Setelah penembakan dilakukan  pelaku langsung menyerahkan diri ke polrestbes Makassar dan sementara ditangani satuan Reskrim dan Propam Polrestabes Makassar. (Tribun Timur/CR6)

Kronologi:

Kamis (4/4/2013)
19.0 wita
+ Putra bungsu Briptu Ishak Tiranda, berusia 4 tahun jatuh di lubang galian fondasi RS Bhayangkara.
+ Ishak menutup lubang itu di jalan akes rumah dinas itu..

Jumat (5/4/2013)
09.00 wita
Briptu Ishak Tiranda mendatangi karumkit.
"Bagimana ini Komandan, galian di depan rumah saya. Nanti anak saya main-main lalu jatuh lagi. Lubangnya dalam."

Kombes Purwadi:
"Kalau anakmu jatuh kamu kubur saja di galian. Terus kalau kamu jatuh juga kamu kubur dirimu bersama anakmu di situ... sekalian"
Ishak Pulang

SABTU (6/6/2013)
08.0 Wita
+ Briptu Ishak ke ruangan komite medik. Karumkit tak ada. Ishak pulang.
15.15 wita
+ Karumkit rapat bersama 4 staf di ruang komite medik.
+ Berseragam lengkap, Briptu Ishak datang lagi...diam dan... "doorrrrrrr" pintu kaca pecah.
+ Masuk ruangan, "doorrr, doorrr, dorr." Dada kiri Purwadi, paha dan kaki kiri kena peluru..
15.20 wita
Briptu Ishak pulang ke rumah. dan serahkan diri ke Mapolrestabes Makassar.
15. 45 wita
Karumkit dilarikan ke UGD RS Wahidin Sudiro Husodo

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Timur
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
12 KOMENTAR
1638822 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • bernard efendy-Rabu, 10 April 2013 Laporkan
    Jika benar pemicux adalah krn ucapan korban yg kasar.,maka secara moral dn adat org timur briptu IS tlh mnegakkan kehormatanx...tp jg hrs mempertanggungjwbkan kesalahanx krn yg brsangkutan merupakan anggota polri.
  • karim amri-Senin, 8 April 2013 Laporkan
    semoga anda termakan omongan anda. aamiin..
  • Wahyudin Rahman-Senin, 8 April 2013 Laporkan
    Klo ucapan kombes benar, itu sangat disayangkan. Saya sarankan klo kombes itu masih diberi umur panjang beri dia tausiyah, suruh dia belajar agama dgn baik, agar bisa bicara santun dan menghargai sesama, klo masih saja nggk bisa santun ya dipecat aja!
  • silvi-Senin, 8 April 2013 Laporkan
    Makanya pak dokter,mulutmu harimaumu,,sudah melati 3 kok
    otaknya masih seperti balok merah setengah(calon
    tamtama) hidup bermasyarakat harus memikirkan lingkungan
    sekitar,,jangan perutmu aja yg kmu urusin,,
  • Safwan Syafaruddin-Minggu, 7 April 2013 Laporkan
    ahahahhahayy, jangan mantan'k2 atasan, mau berbicara seenaknya pada bawahan... bawahan juga punya perasaan, mana g sakit hati klau dikasih gitu?? wajar ajah klw atasan ditembak, untung aja g mati..
  • Husni Saja-Minggu, 7 April 2013 Laporkan
    yang bunuh Kombes itu adalah mulutnya yang gak sekolahan....
  • armanmp-Minggu, 7 April 2013 Laporkan
    Ucapan yg tdk ptut di lontarkan oleh seorang atasan kpd bawahannya.....
  • Wongtuban-Minggu, 7 April 2013 Laporkan
    Polisi identik dg jatah dan setoran!jatah dari penjudi preman bandar narkoba!setoran dari anak buah atau bawahan semakin banyak setoran lancar urusannya!pangkat naik tempat basah diraih!kayak gak tahu polisi saja!yg busuk 99% yg baik cuma 1%.itupun kalau
  • Wongtuban-Minggu, 7 April 2013 Laporkan
    Polisi identik dg jatah dan setoran!jatah dari penjudi preman bandar narkoba!setoran dari anak buah atau bawahan semakin banyak setoran lancar urusannya!pangkat naik tempat basah diraih!kayak gak tahu polisi saja!yg busuk 99% yg baik cuma 1%.itupun kalau
  • kardiman-Minggu, 7 April 2013 Laporkan
    ya pantas di tembak bawahannya...kalau saya yang jadi pelakunya malah akan saya tembak hingga mulutnya hancur.kemudian saya kencingi wajahnya.
  • Budi Permana-Minggu, 7 April 2013 Laporkan
    KENAPA GAK SEKALIAN AJA DI TEMBAK SAMPE MATI, SEORANG PEMIMPIN BICARANYA SEPERTI PREMAN, PANTAS KALAU DI TEMBAK SAMA ANAK BUAH NYA..
  • Drs.Pulung Sirait-Minggu, 7 April 2013 Laporkan
    Manajemen Organisasi Polri,ditinjau
    kembali,para Perwira tidak ada artinya tanpa ada
    kehadiram Bintara dan Tamtama,Untuk itu
    sadarlah para perwira itu,para Tamtama Bintara
    bukanlah anggota yg tanpa arti,dia juga manusia
    bukan benda mati apalagi binat
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas