Siswi SMK Diterkam Buaya Saat Mandi di Sungai Bengalon

Seorang pelajar SMK Negeri 1 Bengalon, bernama Sahruni Disih (16) sejak Sabtu (6/4/2013) petang menghilang di Sungai

Siswi SMK Diterkam Buaya Saat Mandi di Sungai Bengalon
Buaya

TRIBUNNEWS.COM, SANGATTA - Seorang pelajar SMK Negeri 1 Bengalon, bernama Sahruni Disih (16) sejak Sabtu (6/4/2013) petang menghilang di Sungai Bengalon.

Gadis yang mencintai otomotif dan bercita-cita punya bengkel motor ini, diduga kuat diterkam buaya muara yang memang dikenal ganas. Hingga Senin (8/4/2013) pagi pencarian masih terus dilakukan dan belum membuahkan hasil.

Keterangan sejumlah warga dan Fitri Cahyati (14)--adik korban--kepada petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur, korban diterkam buaya saat mandi. Karena kaget, korban tak sempat melakukan perlawanan.

"Kami mandi bersama, tiba-tiba saja buaya menerkam kakak dan menariknya ke dalam air," ujar Fitri.

Mendengar Sahruni disambar buaya, orang tua dan warga Sepaso Selatan langsung melakukan pencarian dengan mengerahkan sejumlah peralatan. Beberapa menit kemudian datang bantuan dari Polsek Bengalon.

Fitri Cahyati tidak mengira jika kebersamaannya dengan sang kakak di pemandian merupakan hari terakhir. Meski demikian, ia berharap, kakaknya bisa ditemukan dalam keadaan selamat.

"Meski sempat diterkam buaya, karena langsung dikejar warga, semoga saja kakak dilepaskan sehingga bisa selamat," kata Fitri dengan raut muka sangat sedih.

Informasi yang dihimpun Tribun Kaltim (Tribunnews.com Network) dari Koordinator Lapangan yang berasal dari elemen BPBD Kutim, Bayu, pencarian oleh tim SAR gabungan mulai dilaksanakan Minggu (7/4/2013) pagi. Sabtu (6/4/2013) malam sudah mulai dilakukan pencarian oleh warga dan keluarga korban.

"Elemen yang melakukan pencarian bersama di tim SAR gabungan terdiri dari BPBD Kutim, Basarnas Sangatta, Tagana, personel TNI AD, Lanal Sangatta, Polairud, Polsek Bengalon, rescuer perusahaan, juga warga sekitar. Termasuk para tokoh masyarakat," katanya.

Hingga Minggu malam, pencarian terus dilakukan. Termasuk dengan dukungan piranti lighting (pencahayaan) dari pihak perusahaan. Di lokasi juga akan dibangun tenda untuk wadah koordinasi dan posko tim gabungan.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help