Jumat, 31 Juli 2015
Tribunnews.com

SMS Layanan Phone Sex Makin Marak di Lampung

Senin, 8 April 2013 11:27 WIB

SMS Layanan Phone Sex Makin Marak di Lampung
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM – Seribu jalan menuju Roma. Peribahasa kuno ini seakan menjadi spirit bagi penyedia layanan pornografi di Indonesia. Tidak kapok setelah ruang geraknya di internet dan media massa konvensiaonal dibatasi, kini mereka merambah ke dunia telepon selular (ponsel) untuk berpromosi.

Melalui sarana pesan singkat (SMS), penyedia layanan pornografi kini bahkan leluasa dan tanpa sensor menawarkan layanan pemuas hasrat seksual via telepon atau biasa disebut phone sex (PS).

Tentu saja, cara baru marketing pornografi ini tak kalah berbahaya dari promosi melalui internet. Pasalnya, di zaman kini, ponsel bukan lagi barang mewah dan tidak hanya dipakai kalangan dewasa. Bukan hal aneh anak usia SMA bahkan SD, memiliki ponsel. Itu sebabnya, SMS 'iklan' PS tak urung juga menyasar dan masuk tanpa halangan ke ponsel anak-anak dan remaja.

Inilah yang dialami oleh Reynaldi (17). Siswa salah satu SMA negeri di Bandar Lampung ini bukan sekali dua kali mendapat SMS yang menawarkan layanan PS. "Hayo lagi mikirin apa? Kalo aku sih lg mikirin kamu dr rambut sampai kaki gak ada yg kelewatan. Yu mas hub 0809xxxxxxx. Santi tunggu ya." Demikian isi salah satu SMS yang pernah masuk ke ponselnya

Namun kepada Tribun Lampung (Tribunnews.com Network), Sabtu (6/4/2013), Reynaldi mengaku tidak termakan rayuan 'menggoda' tersebut. Ia berpikir SMS itu hanya modus lain aksi penipuan pulsa yang sering terjadi. "Saya takut kalau saya telepon atau balas SMS-nya, pulsa saya habis tersedot," katanya.

Lain lagi pengakuan Alvin, siswa SMA swasta di Bandar Lampung. Ia menuturkan, karena sering mendapat SMS tersebut akhirnya sekali waktu ia tergoda untuk menelepon nomor premium yang tercantum dalam SMS.

"Saya penasaran saja. Akhirnya waktu kumpul dengan teman-teman, saya telepon. Memang benar, ada suara perempuan dan ngomong soal seks. Tapi cuma sebentar, karena pulsa saya langsung habis," tuturnya.

Halaman12
Editor: Dodi Esvandi
Sumber: Tribun Lampung
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas