• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 24 September 2014
Tribunnews.com

Sungai Bengawan Madiun Meluap, Puluhan Desa Terandam Banjir

Senin, 8 April 2013 15:39 WIB
Sungai Bengawan Madiun Meluap, Puluhan Desa Terandam Banjir
surya/sudarmawan
TERENDAM BANJIR - Ribuan rumah warga Kabupaten Ngawi terendam banjir luapan sungai bengawan Madiun dan sungai Bengawan Solo setinggi 50 sentimeter hingga 1,5 meter seperti yang terjadi di Desa Purwosari, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, Senin (8/4/2013).

Laporan Wartawan Surya, Sudarmawan

TRIBUNNEWS.COM,NGAWI- Puluhan desa yang ada di sejumlah kecamatan di Kabupaten Ngawi terendam banjir setinggi 50 sentimeter hingga 1,5 meter sejak Senin (8/4/2013) dini hari.

Banjir yang disebabkan luapan sungai Bengawan Madiun itu, selain merendam ribuan rumah warga juga menyebabkan akses jalan antara desa dan antar kecamatan terputus.

Disamping itu, membuat ribuan hektar lahan pertanian terendam banjir yang disebabkan hujan deras yang mengguyur wilayah Ngawi sejak Minggu (7/4/2013) sore hingga malam hari serta luapan sungai bengawan Madiun itu.

Terendamnya ribuan rumah warga, terputusnya arus jalan, serta tergenangnya ribuan hektar lahan pertanian menyebabkan aktivitas warga di lokasi banjir lumpuh total.

Untuk banjir di wilayah bagian timur Kabupaten Ngawi, banjir melanda 10 desa di 3 kecamatan yakni di Kecamatan Kwadungan, Pangkur dan Kecamatan Karangjati.

Banjir di Kwadungan merendam jalan dan rumah warga Desa Dinden, Purwosari, Tirak, Simo dan Desa Sumengko.

Sedangkan banjir di Kecamatan Pangkur merendam jalan dan rumah warga Desa Waruktengah, Ngompro, Pleset dan Desa Gandri.

Kemudian banjir di Kecamatan Karangjati merendam Desa/Kecamatan Karangjati.

Berdasarkan pantuan Surya di lapangan, banjir yang menggenangi kawasan itu mencapai 50 sentimeter sampai 1,5 meter.

Air banjir masuk ke rumah warga mulai dini hari membuat aktivitas warga lumpuh.

Sebagian warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan kesanak saudaranya, sebagian lagi memilih bertahan dan menunggu harta benda di rumahnya itu.

"Sejak dini hari tadi, air sudah masuk ke dalam rumah kami," terang Suyanto (39) warga Desa Purwosari, Kecamatan Kwadungan, Senin (8/4/2013).

Selain itu, Suyanto menjelaskan jika banjir yang melanda perkampungannya dan tetangga desanya itu merupakan langganan banjir tahunan yang disebabakan luapan sungai Bengawan Madiun.

"Ini sudah langganan setiap musim hujan, dari tahun ke tahun tak ada perubahan. Sayangnya tak pernah ada perhatian khusus dari Pemkab Ngawi," ucapnya.

Sementara, Kepala Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Ngawi, Eko Heru Cahyono menegaskan jika bantuan yang sudah diterjunkan ke lokasi banjir, terutama lokasi banjir terparah di Kecamatan Kwadungan, Pangkur, dan Kecamatan Karangjati berupa makanan siap saji serta bantuan perahu karet.

Hingga kini, BPBD Pemkab Ngawi tak berani memprediksi, kapan banjir yang menggenangi ribuan rumah warga itu bakal surut.

"Kami tak bisa memastikan kapan surut, karena cuaca sejak pagi sampai sore masih mendung. Dan banjir luapan sungai bengawan Madiun cukup lama bisa 3 hari. Kecuali kalau banjir disebabkan hujan deras biasanya akan surut dalam hitungan jam," tegasnya.

Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Surya
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1643671 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas