• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 31 Juli 2014
Tribunnews.com

Belum Beroperasi Komersial, KM Teluk Maumere Tenggelam

Selasa, 9 April 2013 22:34 WIB
Belum Beroperasi Komersial, KM Teluk Maumere Tenggelam
ist
Ilustrasi

Laporan Wartawan Pos Kupang, Aris Ninu

TRIBUNNEWS. COM, MAUMERE - Kapal Motor (KM) Teluk Maumere yang pembuatannya menghabiskan dana Rp 1,165 miliar tenggelam di Pelabuhan Lorens Say Maumere, Selasa (9/4/2013) pagi.

Kapal tersebut tenggelam karena kemasukan air dalam jumlah banyak. Kapten kapal, Sius Juang, langsung diseret ke polisi untuk diperiksa.

Sejak diresmikan akhir April 2012 hingga April 2013 ini, kapal yang tersandung masalah hukum ini, belum pernah beroperasi dan tetap berlabuh di Pelabuhan Lorens Say Maumere. Tenggelamnya KM Teluk Maumere ini memperkuat dugaan kapal itu tidak layak laut.

Setelah diresmikan oleh Bupati Sikka akhir April 2012 lalu hingga kapal itu tenggelam belum pernah melayani angkutan manusia di wilayah Sikka. Kapal ini tidak beroperasi karena bermasalah hukum yang sampai saat ini belum tuntas.

Viktor Nekur, pengamat hukum di Sikka, ketika dimintai tanggapannya, Selasa (9/4/2013) siang, menegaskan, Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka harus bertanggung jawab atas tenggelamnya KM Teluk Maumere karena lalai memberikan tugas kepada petugas penjaga kapal.

"Sebagai masyarakat Sikka saya prihatin. Untung kapal ini tidak beroperasi di laut, kalau tidak banyak korban karena ketidaklayakan kapal ini. Kapal ini berlabuh miring lalu tenggelam. Bagaimana kalau sudah beroperasi," kata Viktor.

Kapolres Sikka, AKBP Budi Hermawan, ketika ditemui wartawan di Pelabuhan Lorens Say Maumere, Selasa (9/4/2013) pagi, mengatakan polisi mendapat laporan dari warga bahwa KM Teluk Maumere tenggelam kemasukan air akibat bocor.

Sebelum tenggelam, kapal miring sehingga polisi memeriksa kapten kapal dan penjaga kapal apakah saat kapal tenggelam ada orang yang berada di dalam kapal atau tidak.

Selain itu, polisi akan mencari tahu kapal ini tenggelam apakah ada unsur kesengajaan. "Kami sedang mendalami ada unsur kesengajaan atau tidak sehingga kapal ini tenggelam. Yang jelas menurut keterangan kapten, ia ada di kapal saat kapal tenggelam," kata Budi.

Kajari Maumere, Sanadji, menegaskan KM Teluk Maumere masih berada di bawah pengawasan Dishub Sikka. Jaksa dalam penanganan kasus pengadaan kapal ini belum melakukan penyitaan karena masih memeriksa dua saksi di Batam dan Sulawesi Tenggara.

"Kami masih periksa dua saksi. Satunya di Batam, satunya lagi di Sulawesi Tenggara. Jaksa akan ke sana untuk periksa dua saksi ini. Setelah itu, baru kami sita kapalnya. Yang jelas kasus ini akan kami percepat. Tenggelamnya kapal ini kami sudah koordinasikan dengan Dishub Sikka agar kapal ini diangkat dan ditarik ke darat. Ada potongan kayu yang terlepas saat kapal tenggelam sudah diamankan jaksa," kata Sanadji.

Ditanya kapal ini tenggelam berarti indikasi kalau kapal tidak layak laut, Sanadji enggan berkomentar. "Kalau soal itu biar kita buktikan dalam proses penyidikan. Yang jelas saksi ahli dari Adpel Kupang sudah kami periksa," ujar Sanadji.

Sanadji mengatakan, saksi ahli dari Dishut Sikka sudah diambil keterangan oleh jaksa tentang jenis kayu yang dipakai membuat kapal tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Dishub Sikka, Anicetus da Rato, ditemui wartawan mengatakan, Senin (8/4/2013), pukul 20.30 Wita, ia ke pelabuhan memantau KM Teluk Maumere.

"Sampai di pelabuhan saya tidak turun dari mobil karena lampu kapal mati dan pintu kapal tertutup, lalu saya kembali. Pagi tadi (kemarin) baru saya dapat informasi kalau kapal tenggelam. Kami akan koordinasi untuk mengangkat dan menarik kapal ini ke darat. Kami lapor Bupati Sikka dulu karena jaksa meminta kami kapal ini ditarik ke darat," tutur Anis.

Sekda Sikka, dr.Valens Sili Tupen; Asisten Setda Sikka, Cons Tupen; Plt Kadishub Sikka, Anicetus da Rato; datang ke pelabuhan melihat kapal yang tenggelam itu. Pagi itu, Kasat Reskrim, AKP Ahmad, langsung membawa kapten kapal untuk diperiksa atas kejadian itu.

Data yang diperoleh Pos Kupang, panjang KM Teluk Maumere 27,55 meter, lebar 6,50 meter, tinggi 2,57 meter, tonase kapal 60 GT, daya angkut 107 orang. Nilai proyek pengadaan kapal itu sebesar Rp 1,165 miliar.

Editor: sanusi
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1649652 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas