Belum Beroperasi Komersial, KM Teluk Maumere Tenggelam

Kapal Motor (KM) Teluk Maumere yang pembuatannya menghabiskan dana Rp 1,165 miliar tenggelam di Pelabuhan Lorens Say Maumere

Belum Beroperasi Komersial, KM Teluk Maumere Tenggelam
ist
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Aris Ninu

TRIBUNNEWS. COM, MAUMERE - Kapal Motor (KM) Teluk Maumere yang pembuatannya menghabiskan dana Rp 1,165 miliar tenggelam di Pelabuhan Lorens Say Maumere, Selasa (9/4/2013) pagi.

Kapal tersebut tenggelam karena kemasukan air dalam jumlah banyak. Kapten kapal, Sius Juang, langsung diseret ke polisi untuk diperiksa.

Sejak diresmikan akhir April 2012 hingga April 2013 ini, kapal yang tersandung masalah hukum ini, belum pernah beroperasi dan tetap berlabuh di Pelabuhan Lorens Say Maumere. Tenggelamnya KM Teluk Maumere ini memperkuat dugaan kapal itu tidak layak laut.

Setelah diresmikan oleh Bupati Sikka akhir April 2012 lalu hingga kapal itu tenggelam belum pernah melayani angkutan manusia di wilayah Sikka. Kapal ini tidak beroperasi karena bermasalah hukum yang sampai saat ini belum tuntas.

Viktor Nekur, pengamat hukum di Sikka, ketika dimintai tanggapannya, Selasa (9/4/2013) siang, menegaskan, Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka harus bertanggung jawab atas tenggelamnya KM Teluk Maumere karena lalai memberikan tugas kepada petugas penjaga kapal.

"Sebagai masyarakat Sikka saya prihatin. Untung kapal ini tidak beroperasi di laut, kalau tidak banyak korban karena ketidaklayakan kapal ini. Kapal ini berlabuh miring lalu tenggelam. Bagaimana kalau sudah beroperasi," kata Viktor.

Kapolres Sikka, AKBP Budi Hermawan, ketika ditemui wartawan di Pelabuhan Lorens Say Maumere, Selasa (9/4/2013) pagi, mengatakan polisi mendapat laporan dari warga bahwa KM Teluk Maumere tenggelam kemasukan air akibat bocor.

Sebelum tenggelam, kapal miring sehingga polisi memeriksa kapten kapal dan penjaga kapal apakah saat kapal tenggelam ada orang yang berada di dalam kapal atau tidak.

Selain itu, polisi akan mencari tahu kapal ini tenggelam apakah ada unsur kesengajaan. "Kami sedang mendalami ada unsur kesengajaan atau tidak sehingga kapal ini tenggelam. Yang jelas menurut keterangan kapten, ia ada di kapal saat kapal tenggelam," kata Budi.

Halaman
12
Editor: Sanusi
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help