Massa Kembali Konvoi Bendera Merah Putih

Aksi massa yang menolak Qanun Bendera dan Lambang Aceh yang disertai konvoi bendera Merah Putih, dilaporkan berlangsung

Massa Kembali Konvoi Bendera Merah Putih
Serambi Indonesia/Rasidan
Ratusan mahasiswa Galus yang tergabung dari beberapa ikatan organisasi mahasiswa Galus dengan menggunakan kendaraan roda empat dan ratusan sepeda motor berkonvoi di lintasan nasional dan lintasan provinsi di seputaran Kecamatan Blangkejeren, Galus, Senin (8/4/2013). Mereka mengibarkan bendera merah putih.

TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - Aksi massa yang menolak Qanun Bendera dan Lambang Aceh yang disertai konvoi bendera Merah Putih, dilaporkan berlangsung di dua daerah terpisah, Gayo Lues dan Aceh Selatan, Senin (8/4/2013).

Di Gayo Lues, konvoi melibatkan ratusan mahasiswa asal Gayo Lues dari berbagai daerah. Mereka menggunakan tiga unit bus, minibus, dan ratusan sepeda motor (sepmor). Konvoi yang berlangsung sekira pukul 10.00 WIB ini, sempat menimbulkan kemacetan di sejumlah ruas jalan yang dilalui.

Konvoi diawali dengan berkumpulnya massa di depan Pujasera (depan Kantor Bupati Galus). Aksi ini berlangsung tertib dan mendapat penjagaan dari aparat Kepolisian Resort (Polres) Galus. Di sepanjang jalan yang dilalui, mereka serempak menyanyikan lagi Indonesia Raya sambil mengibarkan bendera Merah Putih.

Konvoi ini terlihat cukup menarik perhatian para pengguna kendaraan dan masyarakat di sepanjang ruas jalan yang dilalui. Bahkan sebagian warga kemudian ikut bergabung dan berkonvoi bersama.

Setelah berkeliling Blangkejeren dan sekitarnya, massa kemudian berkumpul di tugu Blangkejeren sambil menyampaikan orasi dan tuntutan agar Pemerintah Aceh tidak memaksakan kehendak untuk memberlakukan Qanun Bendera dan Lambang Aceh yang ditolak banyak pihak.

"Mahasiswa Gayo dari berbagai daerah bergabung untuk menuntut dan menyampaikan bahwa rakyat Aceh butuh kesejahteraan, bukan bendera. Apalagi bendera yang baru disahkan Pemerintah Aceh ini adalah bendera dan lambang GAM. Jelas ini bukan aspirasi masyarakat Aceh dan Gayo Lues, tetapi aspirasi kelompok tertentu. Bahkan ini merupakan tindakan penghiatan terhadap NKRI dan perdamaian Aceh," sebut Koordinator lapangan (Korlap), Abubakar Sidik dalam orasinya.

Sementara di Aceh Selatan, selain konvoi seratusan becak motor yang membawa bendera Merah Putih, dua unit bendera ukuran besar juga tampak dikibarkan di dua lokasi terpisah, yakni di Tugu Simpang Empat Keude Aru, Tapaktuan dan di tower Telkomsel Tapaktuan.

Informasi dihimpun Serambi (Tribunnews.com Network), konvoi yang berlangsung sekira pukul 10.00 WIB ini diprakarsai oleh Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Aceh Selatan. Mereka menyebut kegiatan itu sebagai bentuk sikap nasionalisme masyarakat Aceh Selatan dalam mempertahankan situasi damai di Aceh.

Koordinator dan penanggung jawab aksi, Teuku Sukandi mengatakan, kegiatan yang digelar secara simpatik dan damai itu merupakan bentuk penolakan masyarakat setempat terhadap Qanun tentang lambang dan bendera Aceh sudah ditetapkan Pemerintah Aceh dan DPRA.

"Kami tidak ingin Rakyat Aceh sengsara akibat konflik. Terlebih lagi Qanun Bendera dan Lambang Aceh itu tidak semua rakyat Aceh menghendaki," kata dia.

Konvoi bendera Merah Putih itu mendapat sambutan hangat dari para pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Bahkan murid dan siswa yang lokasi sekolah berada di pinggir jalan raya terlihat berjejer di pinggir jalan.(c40/tz)

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help