• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribunnews.com

4.824 Siswa Dari 30 Sekolah Kena Dampak Banjir Saat UN

Rabu, 10 April 2013 21:11 WIB

Laporan Wartawan Tribun kaltim, Doan Pardede

TRIBUNNEWS.COM  SAMARINDA, - Data pada Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda menunjukkan bahwa dari total 35.118 siswa peserta Ujian Nasional (UN) 2013, sebanyak 4.824 siswa dari 30 sekolah terkena dampak banjir .

Ada 3 penggolongan kondisi sekolah yakni akses jalan banjir - sekolah aman (memerlukan bantuan transportasi bus, truk, dan lainnya) sebanyak 12 sekolah dengan jumlah siswa terbanyak di SMKN 19 Jl Nahkoda Palaran sebanyak 420 siswa. Akses jalan banjir - sekolah banjir (pindah tempat ujian /mencari yang terdekat ) sebanyak 12 sekolah dengan siswa terbanyak di SMPN 16 di Jl Jakarta, Loa Bakung sebanyak 233 siswa. Dan akses jalan aman- sekolah banjir (pindah tempat ujian/cari yang terdekat) sebanyak 4 sekolah dengan siswa terbanyak di SMP 5 Jl Ir H Juanda sebanyak 330 siswa.

Menurut Wakil Walikota Samarinda, Nusyirwan Ismail usai rapat kordinasi terkait antisipasi banjir saat UN di balaikota, Selasa (9/4/2013), akan diambil langkah berdasarkan pemetaan sekolah yang sudah dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda tersebut.

Menurutnya, sebagai langkah antisipasi maka akan didirikan posko oleh disdik dan karena sekolah tersebar, maka setidaknya akan didirikan 4 posko. Dimana, terkait akses dan mobilisasi siswa, disdik Samarinda akan berkordinasi dengan 3 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemkot Samarinda yakni Satpol PP di Samarinda Seberang, Loa Janan Ilir, Palaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah Sungai Kunjang dan Samarinda Ulu, dan Dinas Perhubungan (Dishub) di wilayah Samarinda Utara. Untuk pengadaan sarana mobilisasi seperti pengadaan mobil menurutnya dapat menggunakan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan sekitar.

"Ini dikordinasikan oleh 3 SKPD tanpa mengurangi tugas - tugas harian. Artinya dishub tidak semua berkosentrasi. Dishub tetap akan mengambil langkah- langkah pengaman jalan. Kordinasi juga dilakukan disdik dengan camat setempat dan kepala sekolah. Sehingga ini tersosialisasi dengan baik sebagai langkah pemerintah," kata Nusyirwan.

Pemkot juga akan mengumumkan fase - fase ujian dikaitkan dengan informasi  prakiraan cuaca dari BMKG.

"Supaya masyarakat Samarinda tahu persis bagaimana BMKG memberikan masukan walaupun itu belum tentu 100 persen benar. Tapi ini bisa membantu untuk mengantisipasi permasalahan," katanya.

Selain pembagian tugas tadi, khusus untuk program penanggulangan banjir oleh provinsi Kaltim bersama Dinas Cipta Karya dan Tata Kota (Disciptakot) serta Dinas Bina Marga Samarinda tetap berjalan.

"Bahkan, kalau ada percepatan - percepatan tertentu yang bisa menyikapi banjir dalam jangka pendek atau jangka sangat pendek. Kenapa sangat pendek karena UN tinggal seminggu. Jadi ini bukan pekerjaan  kecil untuk mensukseskan UN. Walaupun kesuksesan UN bukan hanya bisa terbebas dari banjir tapi juga bagaimana  tidak terjadi corat - coret baju, dan euforia kelulusan lainnya," katanya.

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Kaltim
0 KOMENTAR
1654302 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas