• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribunnews.com

Anak Berkebutuhan Khusus Diseret dan Disekap Pihak Sekolah

Kamis, 11 April 2013 14:54 WIB

Laporan Wartawan Surya,Haorrahman

TRIBUNNEWS.COM,SURABAYA - Masalah SD Aisyiah Wonorejo, terus berlanjut. Wali murid murid Dian Nuraini, merasa anaknya yang bersekolah di kawasan Rungkut itu mendapat perlakuan yang buruk dari pihak sekolah.

Padahal anaknya yang duduk di kelas 1 itu memiliki kebutuhan khusus. Namun justru Dian saat ini berstatus tersangka, karena pencemaran nama baik dan perlakuan tidak menyenangkan.

Saat ditemui, Dian, tak kuasa menahan tangis ketika  bercerita bagaimana anaknya, mendapat perlakuan, apalagi dalam kondisinya yang menjadi tersangka dan menunggu proses sidang.

"Bagaimana dengan anak-anak saya jika saya sampai di penjara," kata Dian.

Dian menceritakan, anaknya, Nabila Mutia Maharani Darmawan, meski memiliki kebutuhan khusus, tetap diterima di SD Aisyiah.

Namun dalam perjalanan proses pendidikan, kepala sekolah SD Aisyiah, meminta agar Dian mencari guru pendamping untuk anaknya selama proses belajar mengajar.

"Akhirnya saya berkonsultasi ke SD Muhammadiyah Pucang, dan mendapat guru pendamping, yakni Bu Risda," kata Dian.

Karena guru pendamping, Dian harus membayar lagi tenaga guru tersebut. Disepakati, setiap hari harus membayar Rp 50 ribu.

Namun karena merasa keberatan dengan biaya itu, Dian meminta untuk didampingi selama tiga hari dalam seminggu.

"Akhirnya kami sepakat selama tiga hari saja," kata Dian.

Namun dalam kenyataannya, Nabila justru tidak mendapat pendampingan yang baik. Nabila sering ditinggal Risda.

"Saya sering mendapati Bu Risda justru mengajar kelas lain, tidak mendampingi anak saya, padahal itu waktu untuk anak saya," kata ibu dua anak itu.

Bahkan yang lebih menyakitkan, Risda sering memperlakukan Nabila, dengan menyeret dan menyekap di ruang kosong, sehingga Nabila sering kencing dan berak di celana.

"Anak kedua saya yang juga sekolah di sana, sering bilang kakaknya diseret dan disekap," kata Dian.

Mendapat perlakuan itu, Dian menanyakan kepada pihak kepala sekolah, sekaligus menanyakan mengapa Risda justru diminta mengajar kelas.

Namun justru kepala sekolah menantang Dian melapor ke polisi. Sempat terjadi ketegangan, dan Dian menarik baju kepala sekolah, dan kepala sekolah mendorong Dian.

Ternyata ketegangan itu dilaporkan ke Polsek Rungkut, atas tuduhan perbuatan tidak menyenangkan dan pencemaran nama baik.

Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Surya
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1657071 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas