Minggu, 29 Maret 2015
Tribunnews.com

Budidaya Singkong di Bintan Dapat Apresiasi

Kamis, 11 April 2013 03:21 WIB

Budidaya Singkong di Bintan Dapat Apresiasi
net

TRIBUNNEWS.COM, KEPRI - Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, memiliki ribuan hektar lahan pasca tambang yang dapat digunakan sebagai lahan pertanian, khususnya budidaya singkong untuk mendukung program swasembada pangan pada tahun 2014. Namun, potensi yang begitu besar ini belum digarap sebagai modal untuk menyiapkan kekuatan ekonomi daerah di masa depan.    

Pernyataan itu disampaikan Kepala Bidang Infrastruktur dan Sumberdaya Alam, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Indra Hidayat seusai meninjau lokasi pilot project budidaya singkong dengan aplikasi coco peat yang dikembangkan Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia (AISKI) di Toapaya, Bintan, Rabu (10/4/2013).  

"Budidaya singkong dengan aplikasi coco peat yang dikembangkan AISKI di Bintan, patut kita apresiasi. Teknologinya sederhana, tapi bisa mendatangkan hasil yang maksimal. Jika ada investor yang minat, ribuan hektar lahan pasca tambang di Bintan, bisa kita alokasikan untuk budidaya singkong, " ujarnya.  

Sementara itu, Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan AISKI, Ady Indra Pawennari dalam siaran persnya menyatakan tekadnya menjadikan Bintan sebagai sentra penghasil singkong yang diperhitungkan di dalam dan luar negeri.  

"Selama ini, Bintan hanya dikenal sebagai penghasil tambang bauksit, pasir dan granit. Namun, dengan aplikasi coco peat, Bintan akan dikenal sebagai penghasil pangan, khususnya singkong," jelasnya.  

Ady menceritakan pengalaman koleganya, Tiara yang melakukan usaha budidaya singkong di Samarinda, Kalimantan Timur. Berbekal informasi tentang manfaat serbuk sabut kelapa atau coco peat yang dapat meningkatkan produktivitas lahan yang didapatnya dari internet, ia sukses memanen singkong siap jual sebanyak 800 ton di lahan seluas 1 hektar.  

"Ini luar biasa. Selama ini, petani kita hanya mampu menghasilkan singkong 5 kilogram per batang atau 50 ton per hektar. Tapi, dengan menggunakan aplikasi coco peat, hasilnya di luar dugaan. Meningkat hingga 500 - 800 ton per hektar," paparnya.  

Halaman12
Editor: Willy Widianto
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas