• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 19 September 2014
Tribunnews.com

Polisi Bongkar Tempat Penimbunan BBM Dekat Perbatasan RI-Timor Leste

Kamis, 11 April 2013 02:41 WIB
Polisi Bongkar Tempat Penimbunan BBM Dekat Perbatasan RI-Timor Leste
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Petugas mengisi stok bahan bakar minyak jenis premium di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Coco, Jakarta Selatan, Rabu (27/3/2013). Pemerintah berencana menaikkan harga BBM bersubsidi karena diperkirakan konsumsi pada 2013 akan naik dibanding tahun 2012, dari 45 juta kl membengkak menjadi sebesar 49 juta kl. TRIBUNNEWS/HERUDIN

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Hayon

TRIBUNNEWS.COM, ATAMBUA - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Belu, AKBP Yudi Priyono, S.H, Selasa (9/4/2013), dari pukul 17.00 hingga 19.30 Wita, memimpin tim gabungan menggerebek lima titik tempat penimbunan bahan bakar minyak (BBM) di sepanjang jalan menuju perbatasan RI-Timor Leste.

Tim gabungan juga merazia 13 pengendara roda dua yang adalah oknum tukang ojek. Mereka membawa jeriken berisi BBM yang diduga menuju perbatasan. Saat ini, barang bukti BBM sebanyak 3,56 ton atau 3.560 liter dan 13 unit kendaraan bermotor, sudah diamankan, termasuk para tersangka.

Kapolres Belu, AKBP Yudi Priyono, S.H, dikonfirmasi wartawan di Mapolres Belu, melalui Kasat Reskrim, Iptu Jeffris FanggidaE, Rabu (10/4/2013), membenarkan penggerebekan penimbunan BBM di perbatasan RI-RDTL.

Jeffris menjelaskan, polisi siaga melakukan penertiban terhadap upaya dari oknum tertentu melakukan penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Apalagi ada perintah dari pimpinan Polri untuk melakukan penyisiran dan berusaha menggagalkan kegiatan ilegal, apapun alasannya.

Atas dasar itu, kata Jeffris, Kapolres Belu bersama para perwira dan tim gabungan di lingkup Polres Belu (termasuk Brimob Belu, Red) melakukan pengintaian sejak tanggal 8 April 2013.
Puncaknya dilakukan tim gabungan tanggal 9 April di mana tim berpencar ke beberapa titik yang selama ini dicurigai menjadi lokasi penimbunan BBM. Modus yang dilakukan oknum warga, tutur Jeffris, menggunakan jasa ojek dimana mengangkut menggunakan jeriken dan menimbun di sebagian rumah warga, sawah dan hutan bakau di Pantai Atapupu.

Tim melakukan pengintaian pada tanggal 9 April, sekitar pukul 17.00 Wita, menyisir lokasi yang dicurigai dan menggerebek secara bersamaan di titik-titik penimbunan pada pukul 19.30 Wita.

"Jadi, selama ini modus yang digunakan adalah oknum warga mengangkut menggunakan kendaraan roda empat. Kini modus baru menggunakan jasa ojek lalu bukan lagi ke rumah warga tetapi di sawah juga di hutan bakau," ujarnya.

Titik-titik penggerebekan itu antara lain di Desa Silawan, Dusun Fatukmetan, Atapupu, Dusun Seroja, kawasan TPI Atapupu. Dari semua titik yang digerebek itu berhasil diamankan 3,56 ton atau 3.560 ton BBM dengan perincian, premium (2.290 liter), solar (280 liter) dan minyak tanah (990 liter). Karena modus yang digunakan adalah kendaraan roda dua oleh tukang ojek, maka kita berhasil merazia 13 kendaraan roda dua dan menahan 13 orang tukang ojek yang jadi tersangka. Saat ini barang bukti juga tersangka sudah diamankan di Mapolres Belu," jelas Jeffris.

Ditanya apakah penggerebekan ini hanya musiman, Jeffris menegaskan, penggerebekan secara mendadak ini rutin dilakukan. Seturut perintah pimpinan Polri bahwa BBM subsidi tidak boleh setetes pun diseberangkan secara ilegal ke wilayah RDTL.

"Polisi tidak akan main-main mengambil tindakan tegas bagi oknum warga yang masih melakukan kegiatan penyelundupan BBM ke wilayah RDTL," ujarnya.

"Sebelumnya, operasi yang kita lakukan dengan menangkap oknum ojek lalu sebatas wajib lapor, ternyata praktek lapangan tetap marak. Makanya oknum ojek yang kita tangkap langsung ditetapkan tersangka dan ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Jadi, tidak ada lagi wajib lapor, tetap diproses hukum sehingga ada efek jeranya," tambah Jeffris.

Editor: Willy Widianto
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1654921 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas