• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 20 April 2014
Tribunnews.com

SK Pengangkatan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Sarmi Bikin Polemik

Jumat, 12 April 2013 12:51 WIB
SK Pengangkatan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Sarmi Bikin Polemik
ist
Nico Dimo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - SK pengangkatan Alberto Suripno sebagai Ketua DPC Gerindra Kabupaten Sarmi, Papua yang baru menjadi polemik dan bisa memicu konflik di Sarmi.

Seperti diketahui, sebelumnya muncul SK pengangkatan Alberto Suripno yang juga wakil bupati Sarmi sebagai Ketua DPC Gerindra Sarmi yang baru, yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal DPP Gerindra, Ahmad Muzani, termasuk tanda tangan dari Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Namun, diduga ada beberapa kejanggalan dalam SK tersebut, pasalnya tanda tangan Ahmad Muzani, dan tanda tangan Prabow Subianto seperti di-scan, bukan seperti SK baru, dimana tanda tangan tersebut diragukan keaslianya.

“Harusnya DPP Gerindra dan DPD Gerindra Papua, transparan mengenai hal ini, namun menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), sepertinya ada kejanggalan tanda tangan dalam SK baru tersebut,” ungkap Ketua DPC Gerindra Sarmi, Nico Dimo seperti dilansir dari petapolitik.

Nico Dimo yang juga mantan pemain Persipura Jayapura ini menyesalkan adanya “SK” baru tersebut, pasalnya dirinya sama sekali tidak diajak berkomunikasi oleh Ketua DPD Gerindra Papua. Bahkan dirinya menangkap ada kesan pembunuhan karakter yang dilakukan oleh Ketua DPD Gerindra Papua.

“Kami di Sarmi, sebagai kader Gerindra sangat kecewa dengan adanya “SK” baru ini, padahal kami di sini sudah berjuang. Saya tidak mengerti dengan maksud DPP dan DPD Gerindra atas “SK” ini, padahal mereka sebelumnya selalu mengedepankan UU tahun 2001 tentang otonomi khusus menempatkan kearifan lokal. Artinya, UU ini sudah tidak relevan lagi, kami selaku masyarakat Papua merasa harga diri kami sudah diinjak-injak,” urai Nico Dimo.

Nico mengungkapkan bahwa, dirinya sebenarnya bisa menerima “SK” tersebut, asalkan dengan cara elegan, dengan alasan yang masuk akal kenapa dirinya diganti.

“Pendukung saya di Sarmi, malam ini (Kamis malam-red) meminta saya untuk segera bertindak atas “SK” tersebut, kami sudah banyak mengalah. Sebagai putra Papua, apakah kami tidak bisa tampil memimpin Partai Gerindra di tanah kelahiran kami sendiri?” tutur Nico.

Terakhir, Nico menegaskan, dirinya dan kader-kader Partai Gerindra Kabupaten Sarmi meminta agar DPP dan DPD Gerindra transparan dalam menyikapi hal ini.

Editor: Toni Bramantoro
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1660862 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas