• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Tribunnews.com

Mahasiswa Berau Menuntut SolusiSoal PTS Ilegal

Selasa, 16 April 2013 19:30 WIB
Mahasiswa Berau Menuntut SolusiSoal PTS Ilegal
Tribun Kaltim, Geafry Necolsen
Para mahasiswa yang tergabung dalam Forum Pemuda Peduli Pendidikan, Kabupaten Berau mendatangi Sekretariat DPRD Berau menanyakan legalitas Perguruan Tinggi Swasta di Kabupaten Berau. Menurut Kopertis XI, hanya ada tiga PTS legal di Berau, padahal ada delapan PTS yang menyelenggarakan pendidikan di wilayah paling utara Kaltim inil.

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Geafry Necolsen

TRIBUNNEWS.COM TANJUNG REDEB, – Untuk kesekian kali, puluhan mahasiswa yang menamakan dirinya Forum Pemuda Peduli Pendidikan mendatangi Sekretariat DPRD Berau. Mereka mempertanyakan legalitas Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Kabupaten Berau.

Sebelumnya memang sempat mencuat kasus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) yang belakangan diketahui ilegal karena tidak mengantongi izin untuk menyelenggarakan perkuliahan. Sedikitnya, ada 70 mahasiswa STIKES yang kini nasibnya belum jelas.

Mereka telah mengikuti perkuliahan selama tiga semester atau satu tahun enam bulan, namun setelah ditelusuri, STIKES tidak memiliki izin untuk menyelanggarakan perkuliahan selembar pun. Jangankan izin operasional, STIKES bahakan belum memiliki akta notaris pendirian yayasan selayaknya PTS lainnya.

Kini, para mahasiswa STIKES bingung harus ke mana, pasalnya, mereka tidak bisa melanjutkan kuliah dan tidak bisa ditransfer ke PTS lain. Pemkab Berau sendiri hanya menyarankan agar mahasiswa STIKES mendaftar ke PT lain, tentunya harus rela mengulan perkuliahan dari semester awal.

Dari kasus itu, mahasiswa menduga, masih banyak PTS lain yang tidak memiliki legalitas. “Memang kasus yang mencuat hanya satu, tapi yang lainnya bagaimana? Karena itu kami hadir di sini untuk menanyakan Perguruan Tinggi mana saja yang legal dan ilegal,” kata salah seorang perwakilan mahasiswa, di ruang rapat gabungan komisi, Selasa (16/4/2014).

Mahasiswa meminta kepada DPRD dan Pemkab Berau untuk segera mengambil solusi terkait keberadaan PTS ilegal yang ada di Kabupaten Berau.  “Kami sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan DPRD dan Pemkab Berau, tapi sampai sekarang tidak ada hasil, yang kami minta hanya transparansi legalitasnya saja,” tuturnya.

Meski mengetahui ada beberapa PTS yang belum mengantongi legalitas, namun tidak sedikitpun mahasiswa melontarkan tuntutan untuk membubarkan PT yang disinyalir ilegal.

“Kami tidak menghendaki Perguruan Tinggi yang ilegal untuk divonis, tapi kami minta solusi karena banyak teman-teman kami yang sudah terlanjur berkuliah di sana,” katanya lagi. Solusi yang diharapkan mahasiswa adalah meminta ketegasan dari Muspida untuk menekan PT segera melengkapi legalitasnya.

Pihak mahasiswa memang sudah beberapakali menggelar aksi unjuk rasa dan melakukan pertemuan dengan unsure Muspida Kabupaten Berau. Namun dari beberapakali pertemuan itu, mahasiswa merasa tidak puas, sebab dalam setiap kali pertemuan, tidak menghadirkan para pengambil keputusan.

"DPRD atau Pemkab Berau tidak memiliki kewenangan untuk mengurus Perguruan Tinggi. Karena yang memiliki kewenangan Perguruan Tinggi Swasta adalah Kopertis dan Dikti untuk Perguruan Tinggi Negeri,” kata Wakil Ketua I DPRD Berau, H Saga.

“Layak atau tidaknya sebuah Perguruan Tinggi, yang menentukan adalah Dikti dan Kopertis, kami (DPRD) juga sebenarnya dilematis, kami harus berhadapan dengan pengelola Perguruan Tinggi dan mahasiswa, sementara kami tidak memiliki kewenangan,” tandasnya.

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Kaltim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1676911 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas