• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Tribunnews.com

Setiap Caleg Ditanya Apakah Suka Seks?

Selasa, 16 April 2013 02:16 WIB
Setiap Caleg Ditanya Apakah Suka Seks?
istimewa
ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Timur, Jumadi Mappanganro

TRIBUNNEWS.COM – Sejumlah calon anggota legislatif (caleg) mengaku sempat geli membaca sejumlah soal yang wajib mereka isi, saat mengikuti tes kesehatan rohani (kejiwaan). Pasalnya beberapa pertanyaan tersebut ‘agak’ sensitif dan sebagian tak pernah disangka sebelumnya.

“Bayangkan, kami ditanya apakah Anda suka seks? Ada juga pertanyaan, apakah Anda takut ular, tikus? Apakah takut dengan kegelapan?” ungkap Muhammmad Abduh Bakry Pabe, saat bercerita dengan Tribun Timur (Tribunnews.com Network) di Warkop 115, Makassar, Senin (15/4/2013) pagi.

Abduh adalah Wakil Sekretaris DPW Partai Amanat Nasional Sulawesi Selatan, yang kali ini akan maju menjadi caleg untuk DPRD Sulsel melalui daerah pemilihan II yang meliputi Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Kabupaten Luwu Utara dan Luwu Timur.

Abduh Bakry menambahkan, jumlah soal yang harus dijawab saat tes kejiwaan untuk setiap caleg tersebut terlalu banyak. Abduh mengikuti tes kejiwaan di Rumah Sakit Umum Dadi, Makassar, pekan lalu.

“Kalau tak salah hitung, ada 557 soal. Saking banyaknya, saya butuh waktu sekitar satu setengah jam untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut,” tutur mantan aktivis pers mahasiswa lulusan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI-UMI) ini.

Selain tes kesehatan, Abduh mengaku juga harus mengikuti tes jasmani di Rumah Sakit Haji Makassar. Selain tes kesehatan, Abduh juga harus mendapatkan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) dari kantor polisi dan surat tidak pernah dipidana atau tidak berstatus buron dari Pengadilan Negeri Makassar.

Editor: Dodi Esvandi
Sumber: Tribun Timur
0 KOMENTAR
1673231 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas