• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribunnews.com

Simulasi Pengamanan Pilgub Jateng

Kamis, 18 April 2013 17:40 WIB
Simulasi Pengamanan Pilgub Jateng
TRIBUN JOGJA
Sebanyak 402 petugas keamanan yang terdiri dari anggota kepolisian, TNI, Satpol PP, dan Petugas Pemadam Kebakaran melakukan simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) di depan Kantor Bupati Purworejo, Kamis (18/4/2013). Dalam kegiatan ini, petugas melakukan simulasi penanganan aksi massa yang anarkis.

Ketika Anggota Polres Purworejo Melakukan Demonstrasi

TRIBUNNEWS.COM PURWOREJO,  - Dua orang tewas dan belasan luka-luka dalam bentrok antara pendemo dan satdalmas Polres Purworejo di depan Kantor Dinas Bupati Purworejo, Kamis (18/4/2013). Ratusan demonstran yang bermaksud menuntut penghitungan ulang hasil Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah melakukan aksi anarkis. Karena itu anggota Polres terpaksa bertindak tegas.

Kejadian bermula ketika pada pagi hari puluhan orang mendatangi kantor KPU Purworejo. Mereka bermaksud memrotes hasil penghitungan suara Pilgub Jateng di Purworejo. Menurut mereka, telah terjadi kecurangan sehingga penghitungan seharusnya diulang. Namun massa semakin bertambah banyak ketika ratusan orang menggabungkan diri.

Di bawah guyuran hujan gerimis, massa terus merangsek maju. Mereka bertekad mendatangi KPU walaupun harus berhadapan dengan ratusan anggota kepolisian. Aksi massa kemudian tidak terkendali ketika beberapa orang mulai melakukan aksi dorong ke barisan polisi. Tidak hanya itu, beberapa orang kemudian melempari polisi dengan batu. Polisi pun bertindak tegas, satuan pengendali massa (Dalmas) kemudian diturunkan.

Namun setelah dalmas turun, massa bukannya mundur dan bersedia bernegosiasi mereka malah semakin beringas. Akibatnya polisi bertindak keras, beberapa provokator ditangkap setelah terpantau memprovokasi massa. Melihat massa mulai melakukan aksi bakar ban, polisi kemudian berusaha memadamkan api yang dihalangi oleh massa.

Untuk memecah konsentrasi massa, polisi kemudian mengerahkan satuan pemadam kebakaran (Damkar) untuk menghalau massa, Meski massa telah mulai bubar, namun beberapa teroris ternyata memanfaatkan momen itu untuk menyekap Ketua KPU. Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Purworejo segera bertindak cepat dan meringkus para teroris. Dalam aksinya, polisi terpaksa menembak mati seorang pelaku.

Massa yang berangsur bubar ternyata masih beringas. Satu mobil pikap milik warga yang mengangkut perabotan rumah tangga dihentikan dan dijarah. Polisi pun kembali bertindak keras. Satuan brimob menggunakan sepeda motor dikerahkan. Akhirnya massa berhasil dibubarkan. Setelah diadakan oleh Tempat Kejadian Perkara, didapati dua orang tewas dan belasan luka-luka. Korban kemudian segera dievakuasi menggunakan ambulan ke rumah sakit terdekat.

Kejadian di atas merupakan gambaran simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkota) yang diadakan oleh Polres Purworejo bekerja sama dengan Batalyon 412 R, Kodim 0708 Purworejo, Satpol PP, dan Petugas pemadam kebakaran. Sebanyak 402 orang mengikuti simulasi yang disaksikan oleh Bupati Purworejo dan jajarannya ini.

Dalam sambutannya BUpati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg mengatakan, ia merasakan situasi sangat mencekam walaupun hanya merupakan simulasi. Hal itu menurutnya merupakan gambaran kesungguhan petugas pengamanan di Purworejo.

"Simulasi saja sudah mencekam seperti ini, apalagi yang beneran. Namun demikian saya mengapresiasi langkah yang dilakukan ini. Melihat kesiapan aparat, orang yang tak bertanggungjawab akan berpikir seribu kali untuk berbuat kekacauan di Purworejo. Selanjutnya, semoga demo yang ada di Purworejo hanya demo simulasi seperti ini," kata Bupati Mahsun.

Di tempat yang sama, Kapolres Purworejo AKBP M Taslim Choirudin SIK MH mengatakan, simulasi dilakukan untuk me-refresh kemampuan anggotanya. Menurutnya, sesungguhnya satuan pengamanan yang ada sudah memahami langkah yang harus dilakukan ketika timbul kekacauan. Hanya saja, diperlukan simulasi untuk menyegarkan kembali kemampuan anggota.

"Memprediksi kondisi saat ini, kami mencoba melakukan persiapan sebagai langkah antisipasi. Karena pengamanan melibatkan banyak pihak, tidak hanya polisi saja, maka diperlukan simulasi untuk menjalin kesamaan persepsi dalam penanganannya," jelas Kapolres.(toa)

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Jogja
0 KOMENTAR
1685972 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas