Sabtu, 30 Mei 2015
Tribunnews.com

Nyanyian Teguh Esha untuk Lapindo

Sabtu, 20 April 2013 17:22 WIB

Nyanyian Teguh Esha untuk Lapindo
Kompas Jatim/BAHANA PATRIA GUPTA
Polwan mengamankan peringatan enam tahun semburan Lumpur Lapindo di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Selasa (29/5/2012). Momentum tersebut dimanfaatkan warga untuk meminta pemerintah lebih tegas dalam penanganan korban lumpur khususnya masalah penggantian ganti rugi yang hingga kini belum selesai. (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Fikar W.Eda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Teguh Esha, "Panglima Sastrawan Jalanan" menggelar pertunjukan pentas lagu dan puisi "Empati Kepada Lapindo Brantas" di Auditorium Gelanggang Olah Raga (GOR) Bulungan, Jakarta Selatan, Jumat (19/4/2013) malam.

Penulis novel "Ali Topan Anak Jalanan," tampil sangat bersahaja, berceloteh, membaca puisi dan juga menyanyi diiringi dua pemetik gitar jalanan dan penggesek biola, Eko Partitur.

"Pentas ini adalah ungkapan dan pernyataan empatiku kepada Lapindo Brantas, Inc, satu dari hanya beberapa biji perusahaan Melayu yang sedang dilanda musibah atau terpaan moral, mental psiklogis, keuangan dan material yang dahsyat," kata Teguh Esha, dalam pengantar pertunjukan.

Tapi Teguh membantah bahwa pertunjukannya disponsori perusahaan milik keluarga Bakrie.

"Saya sama sekali tidak kenal mereka dan pentas ini tidak ada kaitan dengan mereka. Ini adalah pertunjukan ungkapan hati nurani melalui lagu dan puisi," celoteh Teguh Esha, yang pernah dipenjara pada masa Orde Baru.

Ia menyadari kontroversi pertunjukan itu. Beberapa pihak mencoba menghubungi Teguh dan meminta membatalkan pentas tersebut dan menggantinya dengan pertunjukan lain, hanya karena dibubuhi embel-embel Lapindo Brantas, perusahaan yang dikait-kaitkan dengan lumpur Sidoarjo, Jawa Timur.

Halaman12
Editor: Dewi Agustina
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas