Sabtu, 20 Desember 2014
Tribunnews.com

DPC Hanura kota Banda Aceh Buat Sejarah Baru di Politik Indonesia

Minggu, 21 April 2013 11:53 WIB

DPC Hanura kota Banda Aceh Buat Sejarah Baru di Politik Indonesia
TRIBUN TIMUR /SANOVRA JR
Ribuan bendera Hanura terpasang di median jalan Ap Pettarani, Makassar. Senin (18/3/13). Bendera Partai Hanura terpasang dalam rangka sosialisasi pembukaan pendaftaran bakal calon (balon) Wali Kota Makassar. (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

TRIBUNNEWS.COM - DPC Hanura kota Banda Aceh membuat sejarah baru di catur politik Indonesia. Hanura Banda Aceh menyiapkan 60 persen perempuan untuk menjadi bacaleg Hanura untuk kursi DPRK Banda Aceh. Sekretaris Umum Hanura Kota Banda Aceh, Dian Rahmat Syahputra mengatakan caleg perempuan ini sudah menjalani proses fit and profer test dari panitia pencalegkan.

"Di partai Hanura, perempuan adalah tiang partai, dan kami menyiapkan bacaleg perempuan sesuai kapasitas dan kapabilitasnya. Hanura Banda Aceh komit untuk melibatkan perempuan Aceh secara aktif dan bukan hanya pelengkap derita," ujarnya kepada Serambi, Sabtu (20/4/2013), seperti tercantum dalam rilis yang dikirim DPC Hanura kota Banda Aceh ke redaksi Tribunnews.com.

Dian Rahmat menjelaskan Hanura Banda Aceh telah memasuki proses finalisasi bacaleg yang akan diserahkan kepada KIP. "Sejak bergabungnya tokoh media nasional, Hary Tanoe, Hanura sangat diminati masyarakat Aceh, apalagi Hanura mendapat gelar sebagai partai terbersih di Indonesia, dimana dari seribuan kadernya di seluruh DPR RI, DPRD Provinsi dan Kota tidak ada satupun yang terlibat kasus korupsi dan moral, ini modal besar Hanura di 2014 nanti," katanya.
 
Dian Rahmat yang juga menjadi koordinator pemenangan Hanura di kecamatan Meuraxa dan Kutaraja menambahkan, Hanura Banda Aceh menargetkan meraih minimal satu fraksi atau lima kursi dari lima dapil di Banda Aceh."Hanura tidak akan menggunakan politik uang, kami murni menarik suara masyarakat melalui kerja nyata dan sudah terbukti, Hanura mendapatkan predikat partai terbersih karena kerja keras, bukan hadiah. Selain itu jika ada kader Hanura yang nantinya terbukti melakukan politik uang, akan kami pecat dari keanggotaan partai," imbuhnya.

Editor: Widiyabuana Slay

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas