Penumpang Lion Air Panik Saat Masker Oksigen Keluar Semua

Kepanikan penumpang Lion Air dengan nomor penerbang JT 0689 di kabin pesawat sempat terjadi, ketika tiba-tiba semua masker udara keluar

Penumpang  Lion  Air  Panik Saat  Masker Oksigen  Keluar Semua
Tribun Pontianak, Steven Greatness
Kepanikan penumpang Lion Air dengan nomor penerbang JT 0689 di kabin pesawat sempat terjadi, ketika tiba-tiba semua masker udara keluar

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Steven Greatness

Masker Udara Keluar Tanpa Oksigen

TRIBUNNEWS.COM , PONTIANAK - Kepanikan penumpang Lion Air dengan nomor penerbang JT 0689 di kabin pesawat sempat terjadi, ketika tiba-tiba semua masker udara keluar. Penumpang semakin panik, masker udara yang dikenakan penumpang tidak mengeluarkan oksigen atau tidak berfungsi sama sekali.

Lion Air JT 0689 berangkat dari Bandara Supadio Pontianak tujuan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta berangkat pukul 13.30 Wib. Sekitar 20 menit lepas landas dari Pontianak tiba-tiba masker udara keluar tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

Satu di antara penumpang yang berada pada pesawat tersebut, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Pontianak, Andreas Acui Simanjaya. Menurut Acui, di tengah perjalanan pesawat Lion Air yang ditumpanginya bermasalah dan tiba tiba masker udara keluar semua.

"Pramugari panik mungkin tak pengalaman begini, malah mereka cepat-cepat pakai masker duluan dan ternyata masker tak keluar oksigennya. Untung kejadian tak berlangsung parah, sebab pasokan oksigen untuk masker tersebut sama sekali tak ada, mungkin tak ada cek rutinnya," kata Acui setelah mendarat selamat di Jakarta.

Ia mengatakan, penyebab masker udara keluar semua tidak jelas, dan pesawat juga tidak ada guncangan maupun gangguan lainnya, serta juga tak ada peringatan pilot. Kemungkinan besar ada yang memicunya keluar, karena sampai turun pesawat tak ada penjelasan dari pihak Lion Air.

"Saya tanya berulang-ulang ke pramugari tak ada yang mau menjelaskan. Malah kemudian di speaker keluar pengumuman bahwa penumpang tidak diijinkan mengambil satu gambar pun. Sampai mendarat tak ada permohonan maaf atas ketidaknyaman dan tak ada penjelasan apapun," tutur Acui yang berangkat ke Jakarta menghadiri undangan kawinan anak Darmono, Wakil Jaksa Agung.

Kejadian ini sebagai warning bahwa alat yang seharusnya berfungsi saat darurat harus selalu di cek rutin sehingga saat diperlukan bisa berfungsi dan menolong. Kejadiaan tersebut membuat semua penumpang panik. Seharusnya badan pengawasan harus rutin cek fungsi pesawat sehingga saat terjadi sesuatu semua alat yang dibutuhkan berfungsi dengan sebagaimana mestinya.

"Saya sendiri memutuskan mendokumentasikan foto kejadian karena khawatir terjadi hal yang buruk namun tak ada fakta yang terekam. Saya sudah siap dengan kemungkinan terburuk saat kejadian itu, makanya saya putuskan untuk tenang dan dokumentasikan kejadiaan. Ada yang malah hidupkan handphone buat ngebel istrinya. Saya tidak hidupkan fungsi Hp sebab khawatir sinyal Hp malah memperparah keadaan," ceritanya lagi.

Acui menyayangkan, tidak ada pasokan oksigen untuk masker yang penumpang pakai. Apabila benaran kejadiannya entah bagaimana bernapas kalau memang tekanan udara di kabin menurun. Tapi kita masih bisa bernapas normal karena tekanan udara di kabin juga normal. Seharusnya masker udara keluar oksigennya langsung mengalir dan harus cukup kuat tekanannya. (sgt)

Tags
Lion Air
Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved