Kamis, 18 Desember 2014
Tribunnews.com

Hanya Satu Siswa SLB yang Mengikuti UN di Berau

Senin, 22 April 2013 23:12 WIB

Hanya Satu Siswa SLB yang Mengikuti UN di Berau
Tribun Kaltim/Geafry Necolsen
Peserta Ujian Nasional dan Ujian Sekolah di Sekolah Luar Biasa, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau. Tahun ini merupakan tahun pertama SLB Tanjung Redeb menggelar UN.

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Geafry Necolsen

TRIBUNNEWS.COM, TANJUNG REDEB -- Tahun ini merupakan tahun pertama bagi Sekolah Menengah Pertama - Luar Biasa (SMP-LB) di Kabupaten Berau menggelar Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah (US) tingkat SMP. Pasalnya, Sekolah luar Biasa (SLB) ini baru saja membuka jenjang pendidikan SMP dan SMA LB.

“Dulu kami hanya membuka Sekolah Luar Biasa untuk jenjang pendidikan SD saja, tapi berdasarkan saran dari pemerintah provinsi, akhirnya kami buka jenjang SMP dan SMA. Karena dulu siswa yang lulus SD-LB terpaksa drop out karena tidak ada kelanjutan jenjangnya,” ungkap Kepala Sekolah SMP-LB Syarwani saat ditemui Tribun di ruang kerjanya, Senin (22/4/2013).

Sayangnya, UN di SMP LB ini hanya diikuti oleh satu siswa saja. “Sebenarnya peserta ujian hari ini ada enam, tapi yang hadir hanya tiga saja. Yang ikut Ujian Nasioanl satu orang dan Ujian Sekolah dua orang saja,” katanya lagi.

Dikemukakannya, satu siswa yang semestinya mengikuti US tidak hadir tanpa keterangan, demikian juga dua orang yang seharusnya ikut UN juga tidak hadir tanpa keterangan. “Yang saya dengar mereka dibawa keluarganya ke Sulawesi sana,” katanya lagi.

Hari pertama pelaksanaan UN ini hanya diikuti siswa yang menyandang Tuna Rungu. Dari segi teknis, peserta ini tidak membutuhkan pendampingan secara khusus, sebab siswa masih memiliki kemampuan untuk membaca dan mengisi lembar jawaban UN.

“Soal ujian juga berasal dari pusat, jadi pada intinya sama dengan Ujian Nasional di sekolah lain,” jelasnya.
Berbeda dengan dua orang siswa yang mengikuti US. Sebab, dua orang peserta yang mengikuti US merupakan penyandang Tuna Grahita. “Kami menyiapkan dua orang pengawas yang juga akan membantu siswa jika mereka perlu bantuan, tapi bukan membantu menjawab soal,” ujarnya.

Khusus US, pihak sekolah membuat sendiri soal-soal ujian. “Karena mereka penyandang Tuna Garhita, maka soal-soal kami buat sendiri, menyesuaikan kemampuan siswa,” imbuhnya.

Para peserta UN dan US pun digabung dalam satu kelas. Bukan karena tidak memiliki ruangan, namun karena jumlah peserta UN dan US di SMP-LB hanya tiga orang.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Kaltim

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas