• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribunnews.com

Harimau di Batang Merangin Larikan Nasi Petani

Senin, 22 April 2013 21:34 WIB
Harimau di Batang Merangin Larikan Nasi Petani
TRIBUNJAMBI/DOK
harimau sumatera yang tertangkap di Kerinci dan dititipkan ke taman rimba

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Edi Januar

TRIBUNNEWS.COM, KERINCI – Meski tidak menyerang warga, harimau yang berkeliaran di kawasan Kecamatan Batang Merangin, Kerinci, tetap membuat warga takut.
 
 Sejak penampakan harimau di kawasan itu, banyak warga yang takut ke ladang. Mereka khawatir bertemu dengan si raja hutan, sehingga lahan perkebunan masyarakat banyak tidak tergarap.
 
 "Harimau memang masih sering nampak di ladang-ladang warga, sehingga petani di sini banyak yang tidak berani bekerja di ladang," kata Gusmaryanti, warga Desa Pulau Sangkar, kepada Tribun, Minggu (21/4/2013).
 
 Bahkan, katanya lagi, pernah ada petani yang pulang dari ladang sangat ketakutan karena bertemu dengan harimau. "Kalau sedang kerja, nasi yang dibawa petani sering hilang karena dibawa lari harimau," katanya.
 
 Harimau yang berkeliaran itu juga diakui warga lainnya, Gana. Ia mengaku, warga yang berladang di pinggir desa selalu melihat keberadaan harimau tersebut. "Kemarin ada yang lihat dua ekor harimau di ladang," ujarnya. 

 Menurutnya, sebelumnya warga yang sedang menuju Balai Tamiai sempat melihat dua harimau itu. "Ada beberapa orang warga yang melihatnya, saat mereka berada di dalam mobil menuju Tamiai," katanya.
 
 Seorang guru di SMAN Pulau Sangkar, juga khawatir harimau liar masih berkeliaran di kawasan Pulau Sangkar. Apalagi keberadaan harimau itu sudah dekat dengan pemukiman warga. Bahkan sudah pernah nampak di jalan umum.
 
 "Takut juga saat pergi dan pulang dari sekolah, karena harimau kabarnya juga berkeliaran di jalan. Kalau berpapasan kita tidak bisa berbuat banyak, karena untuk menambah kecepatan motor sangat susah akibat jalannya buruk," katanya ditemui Tribun saat berlangsungnya UN di sekolah tersebut.
 
 Bahkan, petani yang berkebun di Bukit Sadan Desa Pulau Sangkar, Pardinal, juga sering menemukan jejak harimau di kebun. "Cukup sering saya melihat jejak harimau di kebun. Pernah juga kami mendengar aumannya, padahal siang hari," katanya.
 
 Mendengar auman harimau, katanya, petani banyak yang langsung pulang ke rumah. "Kami berharap ada solusi dari pihak terkait agar harimau tersebut menjauh dari warga," pungkasnya.

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Jambi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1700562 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas