Senin, 3 Agustus 2015
Tribunnews.com

Wamendikbud: Kurikulum 2013 Tidak Berlaku Massal

Senin, 22 April 2013 23:55 WIB

Wamendikbud: Kurikulum 2013 Tidak Berlaku Massal
BANGKA POS/RESHA JUHARI
Ilustrasi

Laporan Wartawan Pos Kupang, Jumal Hauteas

TRIBUNNEWS.COM, KEFAMENANU -- Kurikulum 2013 tidak diberlakukan secara massal pada semua sekolah Juli 2013 mendatang, hanya pada sekolah- sekolah sampel yang dipilih. Para guru pada sekolah yang dipilih akan mengikuti pelatihan sebelum kurikulum dilaksanakan.

Demikian penjelasan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim, M.S, kepada Pos Kupang di Kefamenanu ketika memantau ujian nasional (UN) SMP, Senin (22/4/2013).

Di Kefamenanu, Wamen Kasim yang didampingi Ketua Panitia UN Propinsi NTT, Prof. Dr. Frans Umbu Datta, M.App. M. Sc; Kadis PPO NTT, Klemens Meba;  Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Raymundus Sau Fernandes, S.Pt; Kadis PPO TTU, Drs. Vinsensius Saba, memantau UN di SMP Katolik Aurora.

Wamen Kasim menjelaskan, pelaksanaan Kurikulum 2013 memberi ruang belajar yang lebih terbuka kepada anak-anak tingkat sekolah dasar (SD) untuk tidak terus dipaksa belajar dalam ruangan yang kaku, dengan jumlah mata pelajaran yang menuntut peserta didik harus menghafal serta menguasainya. Menurutnya, ada sejumlah mata pelajaran seharusnya belum bisa diajarkan di tingkat SD karena masih terlalu berat.

"Kalau saudara masih punya anak kecil sekolah di SD, saudara harus berbahagia menanti diberlakukannya Kurikulum 2013 ini. Karena anak Anda akan belajar dengan bahagia, tidak lagi seperti yang saat ini," jelas Kasim.

Mengenai penambahan jam pelajaran untuk pendidikan agama,  Kasim menyebut alasannya karena selama ini pelajaran agama dianggap tidak berhubungan dengan budi pekerti. "Kenyataannya berhubungan sehingga mata pelajaran agama diganti menjadi mata pelajaran agama dan budi pekerti," tegasnya.

Halaman12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas