• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribunnews.com

Warga dan Relawan Bersihkan Reruntuhan Gempa

Senin, 22 April 2013 17:30 WIB

Warga dan Relawan Bersihkan Reruntuhan Gempa
Situasi Selesai Gempa yang terjadi di Dieng

TRIBUNNEWS.COM BANJARNEGARA,  - Ratusan warga dibantu relawan berjibaku melakukan kerjabakti membersihkan puing reruntuhan akibat gempa bumi di desa-desa Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (22/4/2013). Hingga saat ini petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara masih melakukan pendataan kerusakan akibat gempa Jumat (19/4) malam.

Keterangan yang dihimpun kerjabakti sepanjang Senin kemarin dilakukan di Desa Sumberejo, Kepakisan dan Pekasiran. Selain kerjabakti, relawan juga membangun tenda dapur umum untuk warga yang rumahnya rusak dan mengungsi akibat gempa. Senin kemarin, petugas dari tim dapur umum membuat 1.400 nasi bungkus untuk dua kali makan relawan dan warga.

"Ada sekitar 700 orang yang melakukan kerjabakti," kata anggota Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP Kabupaten Temanggung, Sutikno yang melakukan kegiatan di Desa Kepucukan.

Ia menambahkan, di desa tersebut ada 170 rumah rusak dan 20 rumah diantaranya roboh tak bisa ditempati. Warga yang rumahnya rusak kata Sutikno, sebagian tinggal menumpang di rumah saudara.

"Rumah warga yang roboh rata-rata terbuat dari batako sehingga remuk terkena guncangan gempa," lanjut Sutikno yang saat Tragedi Sinila 1979 menjabat kepala desa Kepucukan.

Menurutnya, korban gempa di lapangan membutuhkan bantuan material untuk melakukan perbaikan rumah. Disebutkan material yang dibutuhkan antara lain seng, dan paku, semen.

Terkait kerusakan akibat gempa, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Tursiman masih melakukan pendataan. Kata dia, kerusakan belum selesai dihitung karena lokasi terdampak gempa cukup luas meliputi Desa Sumberejo, Kepakisan, Pekasiran, Dieng Kulon dan Pasurenan Kecamatan Batur serta di Desa Gembol Kecamatan Pejawaran.

"Kami masih melakukan penghitungan kerusakan," lanjutnya.

Data sementara BPBD Banjarnegara tercatat ada 311 rumah rusak, terdiri 34 rusak berat, 27 rusak sedang, 78 rusak sedang dan 172 rumah masih diindentifikasi kerusakannya. Sementara itu data berbeda dirilis dari Tim Tanggap Darurat Gunung Dieng Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi yang mendata jumlah pengungsi 3.247 jiwa, 17 rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang dan 23 rumah rusak ringan.

"Untuk pembersihan puing reruntuhan gempa kami jadwalkan akan meminta bantuan TNI AD namun waktunya masih dijadwalkan," kata Tursiman, Senin sore.

Ia menambahkan, BPBD Banjarnegara menghimbau agar korban gempa bumi yang mengungsi untuk kembali ke rumah karena aktivitas kegempaan cenderung menurun. Dari data Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dieng, pada Senin pukul 00.00-06.00 tercatat lima kali gempa vulkanik dalam dan sekali gempa vulkanik dangkal, kemudian dari pukul 06.00-12.00 tercatat dua kali gempa vulkanik dalam dan tiga kali vulkanik dangkal.

Sebelumnya, krisis kegempaan di Dataran Tinggi Dieng terjadi Jumat pukul 19.00-19.25 WIB terekam 86 kali gempa dengan amplitudo maksimum 10-100 mm, lama gempa 10-70 detik. Getaran gempa dengan skala MMI III-IV terasa hampir di seluruh Pegunungan Dieng, dan tiga kabupaten Banjarnegara, Batang, dan Wonosobo.

Kegempaan ini sempat membuat warga panik karena trauma dengan bencana Sinila 1979 yang mengakibatkan 149 jiwa meninggal akibat menghirup gas beracun dari Kawah Timbang. Adapun semburan gas beracun Kawah Timbang dipantau intensif sejak 7 Maret 2013, kemudian status naik dari Normal ke Waspada level II sejak 11 Maret 2013. Perubahan status kembali meningkat menjadi Siaga level III sejak 27 Maret 2013 hingga saat ini. (hwo)

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Jogja
0 KOMENTAR
1699812 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas