• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 21 Agustus 2014
Tribunnews.com

Banjir Long Mesangat Surut

Selasa, 23 April 2013 07:49 WIB
Banjir Long Mesangat Surut
TRIBUN JATENG/Wahyu Sulistiyawan
Ilustrasi banjir

Laporan wartawan Tribun Kaltim Kholish Chered)

TRIBUNNEWS.COM, SANGATTA--Akibat hujan yang mengguyur beberapa kawasan di Kabupaten Kutai Timur, terutama Sangatta, sejumlah daerah rawan banjir sejak Sabtu (20/4) siang sempat tergenang.

Meski demikian, air sempat surut ketika malam, namun Minggu (21/4) pagi kembali naik bersamaan air laut pasang.

Perkembangan terkini, setelah cuaca mulai stabil, banjir di Sangatta dan Kecamatan Long Mesangat sudah surut. Demikian hasil pemantauan Pusdalops  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim.

Kabid Kedaruratan, Logistik dan Peralatan. BPBD Kutim, Syafranuddin, Senin (22/4/2013) malam, mengatakan banjir di beberapa kecamatan sudah surut seiring mulai cerahnya cuaca.

"Secara umum sudah surut. Untuk Long Mesangat, dari 110 rumah yang sempat terendam, saat ini sudah tidak lagi banjir. Hanya beberapa ruas jalan yang sedikit tergenang," katanya.

Sedangkan di Sangatta sudah lebih awal surut. Dijelaskan, terjadinya banjir di Sangatta akibat curah hujan yang tinggi ditambah kondisi air laut.

“Kamis malam hujan sempat menguyur Sangatta dan sekitarnya sekitar lima jam, kemudian berlanjut Jumat pagi hingga siang. Akibatnya banyak daerah rendah mulai tergenang," kata Fajar dan Bayu petugas piket Pusdalops BPBD Kutim.

Sebelumnya, beberapa kawasan yang tergenang di Sangatta diantaranya kawasan Jalan Sulawesi, Margo Santoso, Kabo, juga Kecamatan Sangatta Selatan. Akibat curah hujan yang tinggi, Sungai Sangatta lagi-lagi mengalami kekeruhan parah, sehingga menganggu produksi PDAM Kutim.

Pusdalops BPBD Kutim, Minggu (21/4/2013), sempat mendapat laporan sebanyak 110 rumah di Kecamatan Long Mesangat terendam akibat meluapnya Sungai Long Mesangat. Camat Long Mesangat, Abdjuansyah, menyebutkan, di Desa Melan jumlah rumah yang terendam sebanyak 64 unit. Sementara di Desa Sumber Sari berjumlah 46 unit.

“Banjir mulai terjadi Jumat pagi. Meski demikian jalan masih lancar. Namun pada Sabtu malam sampai Minggu siang kondisi jalan sudah tidak bisa dilalui,” terang Abdjuansyah.

Slamet-Kepala SMAN 1 Long Mesangat menerangkan, akibat banjir dan terlambatnya soal UN datang, pelaksanaan UN ditunda setelah shalat Jumat. “Ada dua siswa kami yang harus menerjang banjir agar bisa ikut UN. Alhamdulillaah mereka aman,” kata Slamet.

Disebutkan Abdjuansyah, selain merendam rumah warga, banjir di Long Mesangat sempat menimpa rumdis Kepala SMP termasuk beberapa rumah pegawai kecamatan. “Kami rasa ini yang terlama dan terparah dari beberapa kali banjir yang terjadi,” ungkapnya.

Editor: Rachmat Hidayat
Sumber: Tribun Kaltim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1701441 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas