• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 2 Agustus 2014
Tribunnews.com

KPU: Nomor Urut di DCS Tak Bisa Diganggu Gugat

Selasa, 23 April 2013 22:46 WIB
KPU: Nomor Urut di DCS Tak Bisa Diganggu Gugat

Laporan Wartawan Tribun Timur, Rudhy

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR -- Nama-nama yang masuk di daftar caleg sementara (DCS) ternyata belum sepenuhnya aman. Partai masih bisa menggantinya dengan nama lainnya pada waktu yang ditentukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Anggota KPU Sulsel Ziaurrahman yang dikonfirmasi, Selasa (23/4) mengatakan, tiap partai politik masih bisa memperbaiki dan merubah DCSnya di masa perbaikan yang ditentukan KPU.

"Tanggal 9-22 Mei, partai masih bisa merubah DCSnya, yakni melengkapi kekurangan dan mengganti nama yang ingin dikeluarkan," katanya, Selasa (23/4/2013).

Namun kata anggota komisioner KPU Sulsel, perubahan yang dimaksud hanya pada pergantian dan penambahan nama. Namun nomor urut tak dapat lagi dirubah. "Kalau ada yang diganti, penggantinya langsung berada di nomor urut nama yang digantikan," katanya.

Sekadar diketahui ada dua partai yang menyerahkan DCSnya masih kekurangan nama bacaleg, yakni Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

PKB kekurangan 2 bacaleg di dapil 10 yang meliputi Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara. Sementara PKPI kekurangan bacaleg di dapil 7 (Bone) dan dapil 8 (Soppeng dan Wajo).

"Kami akan evaluasi dulu, kalau memang bisa diisi dengan nama lain, kami akan isi," kata Ketua DPP PKPI Sulsel Suzanna Kamaruddin.

Tidak terisinya nama di dapil 7 dan dapil 8 menurut Suzanna karena sempitnya waktu yang digunakan PKPI menjaring caleg. Selain itu, faktor lain adalah, lantaran kader yang didorong oleh partainya banyak yang berguguran karena tidak lolos pada saat seleksi kesehatan.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Timur
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1704831 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas