Daerah Kesulitan Lakukan Pengawasan Satu SPBU Jual Dua Harga

Jumat, 26 April 2013 15:41 WIB

Daerah Kesulitan Lakukan Pengawasan  Satu SPBU Jual  Dua Harga
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Petugas mengisi bahan bakar premium di SPBU kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (26/11/2012). Realisasi konsumsi BBM bersubsidi di sejumlah tempat per November 2012 telah melampaui kuota APBN Perubahan 2012. Hal ini memicu terjadinya kelangkaan ketersediaan Premium. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

TRIBUNNEWS.COM  YOGYA,  - Rencana pemerintah pusat menjual BBM bersubsidi dua harga di SPBU yang berbeda masih belum jelas direalisasikan. Sebab, pada Kamis (26/4), Dinas PUP ESDM DIY mendapatkan informasi jika nantinya satu SPBU kemungkinan bisa menjual dua harga BBM bersubsidi.

"Memang belum ada informasi resmi tertulis dari pusat. Tapi yang jelas kami siapkan semua kemungkinan penerapan kebijakannya," terang Kepala Dinas PUP ESDM DIY, Rani Sjamsinarsi, usai rapat koordinasi mengenai BBM bersubsidi, Jumat (26/4/2013).

Hanya saja, dengan rencana tersebut dipastikan akan membuat pemerintah daerah mengalami kesulitan dalam pengawasan. Belum dengan standar setiap SPBU minimal harus memiliki lima tanki untuk mengakomodir semua kebutuhan.

Yaitu satu pompa untuk premium harga Rp 4.500, satu pompa premium harga Rp 6.500/Rp.7.000, satu pompa solar Rp 4.500, satu pompa solar Rp Rp 6.500/Rp.7.000 dan satu pompa untuk pertamax.

Sebab itu, Pemda DIY bersama Hiswana Migas sedang melakukan pemetaan terhadap 91 SPBU yang ada. Guna mengetahui kesiapan di lapangan jika benar kebijakan tersebut diterapkan.

"Presiden (SBY) mengisyaratkan seperti itu. Makanya kami siapkan diri, meskipun harus diakui pengawasannya memang sulit," papar Rani.

Halaman
12
Tags
Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help