• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 29 Juli 2014
Tribunnews.com

KDRT Juga Bisa Menimpa Suami

Jumat, 26 April 2013 15:59 WIB

TRIBUNNEWS.COM  PURBALINGGA,  - ”Apakah kekerasan rumah tangga hanya menimpa wanita atau istri saja? Padahal, sebenarnya banyak juga kasus suami yang mendapat perlakukan kekerasan dari istrinya,” tanya Suswoto. Pertanyaan lugu warga Desa Karangnangka, Kecamatan Bukateja itu muncul saat diadakan penyuluhan hukum di desa setempat oleh Bagian Hukum dan Hak Azasi Manusia (HAM) Setda Purbalingga, Jumat (26/4) kemarin.

Suswoto menyampaikan, tindakan kekerasan rumah tangga seolah hanya menimpa istri atau sang anak. Tetapi fakta di lapangan ada kekerasan yang menimpa suami. Istri yang lebih ’menguasai’ rumah tangga, malah seringkali mengatur suami.

"Suami bisa mengalami tekanan batin," lanjutnya.

Mendapar pertanyaan itu, Kasubag Bantuan Hukum dan HAM Mochamad Taufik, SH tidak menampik adanya persoalan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) seperti itu. Taufik menegaskan, KDRT bisa terjadi kpada seluruh anggota keluarga, tidak terkecuali pada suami.

”KDRT tidak hanya berupa fisik saja, tetapi juga kekerasan psikis,” ujar Taufik.

Dibagian lain Taufik menjelaskan, persoalan hukum di masyarakat menjadi hal menarik untuk diketahui. Hal itu selalu terungkap dalam beberapa kali penyuluhan yang digelar di sejumlah desa. Persoalan yang mengemuka kebanyakan soal hukum perkawinan dan hukum kewarisan.

”Rata-rata pertanyaan yang dilontarkan warga, sebenarnya merupakan kasus yang sudah terjadi di masyarakat, atau bahkan dialami oleh mereka yang menanyakan,” kata Taufik.

Taufik mengatakan, pihaknya bersama tim Bagian Hukum Setda melakukan penyuluhan hukum berupa UU nomor 1 /1074 tentang Perkawinan, UU nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak, UU nomor 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), dan kompilasi hukum Islam khususnya tentang hukum kewarisan.

”Kami memilih materi tersebut karena kasus yang menyangkut hukum itu sering terjadi di masyarakat. Saat ini saja yang sedang marak seperti kasus perceraian, kenakalan remaja, pencabuan, perkosaan, melarikan anak dibawah umur, trafficking, kekerasan dalam rumah tangga, dan tindakan asusila lainnya seperti perselingkuhan,” ujarnya.

Taufik berharap, dengan penyuluhan yang dilakukan diharapkan masyarakat bisa memahami secara utuh terhadap suatu aturan hukum, termasuk sanksi yang akan dijatuhkan apabila terjadi pelanggaran norma hukum. Kemudian, masyarakat diharapkan meningkatkan kesadaran hukumnya sehingga tercipta suasana yang aman dan tenteram serta membantu masyarakat untuk menyelesaikan persoalan hukum yang dialaminya.

”Sisi lain, melalui penyuluhan ini kami berharap dapat mengurangi tingkat perceraian, perkawinan dibawah umur, KDRT, sengketa masalah waris, dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melindungi anak dari berbagai tindak pidana,” kata Taufik.

Taufik menambahkan, pihaknya menggelar penyuluhan di sejumlah tempat yakni di Desa Toyareja, Kecamatan Purbalingga, Patemon (Bojongsari), Munjul (Kutasari, dan di Desa Karangnangka Bukateja. Sementara peserta penyuluhan terdiri dari perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, PKK dan karang taruna. (hwo)

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Jogja
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1715742 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas