Jumat, 28 November 2014
Tribunnews.com

Sistim Pendidikan di Indonesia Diharapkan Hasilkan SDM Produktif

Minggu, 28 April 2013 14:21 WIB

Sistim Pendidikan di Indonesia Diharapkan Hasilkan SDM Produktif
Wamendikbud Musliar Kasim,

TRIBUNNEWS.COM YOGYA, – Sistem pendidikan di Indonesia diharapkan mampu menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang produktif, kreatif, inovatif dan afektif. Namun sayangnya, kurikulum yang diterapkan selama ini dinilai memiliki kekurangan dari sisi afektif, terutama aspek penguatan sikap, keterampilan dan karakter.

Demikian disampaikan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud), Musliar Kasim, Sabtu (27/4). Hal itulah yang menjadi landasan pihaknya merumuskan dan menyusun kurikulum baru yang akan diterapkan pada tahun ajaran 2013/2014 mendatang.

Menurutnya, kurikulum 2013 tersebut bertujuan untuk menjawab kebutuhan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif dan afektif.

“Itu merupakan tema kurikulum 2013 yang kami susun, yaitu penguatan kemampuan afektif, yaitu sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi,” katanya.

Wamendikbud menambahkan, alasan untuk pengembangan kurikulum juga disebabkan tantangan masa depan dan menjawab kebutuhan pada era globalisasi serta konvergensi IPTEK. Dengan diterapkannya kurikulum 2013 tersebut, diharpkan nantinya bisa berimbas pada kompetensi masa depan siswa, seperti kemampuan berkomunikasi, berpikir jernih dan kritis, serta mampu hidup di tengah masyarakat global.

“Kemampuan kreativitas itu akan diperoleh melalui proses mengamati, bertanya, menalar, mencoba serta membentuk jejaring yang merupakan unsur dari kurikulum 2013 ini,” lanjutnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kurikulum 2013 akan berbasis proses pembelajaran yang mengedepankan pengalaman personal siswa.  Peserta didik akan dibiasakan bekerja dalam jejaring melalui collaborative learning,serta penguatan kreativitas dan pendidikan karakter.

“Inilah sebenarnya implementasi dari pelaksanaan dan penerapan kurikulum 2013, jadi semata-mata untuk meningkatkan kompetensi siswa dan system pendidikan nasional pada umumnya,” paparnya.

Anggota tim penyusun kurikulum 2013, Udin Saripudin Winataputra, mengatakan selama ini  kemampuan siswa untuk berpikir kreatif dan penerapan pengetahuan, kurang mendapat perhatian. Pendidikan di Indonesia, menurutnya, dinilai terlalu menitikberatkan pada aspek pengetahuan tingkat rendah, beban siswa terlalu berat, serta kurang bermuatan karakter.

“Penekanan utama hanya pada perolehan hasil belajar, sementara aspek sikap dan kebiasaaan serta pengembangan soft skills belum mendapat perhatian. Ini yang coba kami benahi dalam kurikulum 2013,” jelasnya. (ton)

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Jogja

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas